Senin, 29 Januari 2018

Kapolda Jabar: Penganiaya Kiai Umar Diduga Gangguan Jiwa

Ist.
Beritabatavia.com - Jajaran Polda Jabar bersama Polres Bandung berhasil menangkap A (50 tahun), tersangka penganiaya Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hidayah Cicalengka, Kabupaten Bandung, KH Umar Basri (60). Berdasarkan pemeriksaan awal oleh dokter spesialis kesehatan jiwa, tersangka mengalami gangguan jiwa.

"Tersangka A (ditangkap) di Mushola Al Mufathalah Cicalengka, jaraknya kurang lebih dua kilometer dari Masjid Al Hidayah Cicalengka," ujar Kapolda Jabar, Irjen Pol Agung Budi Maryoto, saat menggelar jumpa pers di Mapolres Cirebon Kota, Ahad (28/1) malam. Kapolda didampingi oleh Kapolres Cirebon Kota, AKBP Adi Vivid AB dan Wakil Ketua PBNU, Eman Suryaman.

Setelah ditangkap, lanjut dia, tersangka mengakui baru memukuli seseorang di masjid. Dilihat dari kondisi tangannya dan dikuatkan hasil visum dokter, terdapat luka memar dan luka yang tidak beraturan pada pergelangan tangan tersangka.

Sejumlah santri yang ikut shalat berjamaah juga mengakui melihat tersangka sebelum peristiwa itu terjadi. Apalagi, baju yang dikenakan tersangka saat penangkapan masih sama. Tersangka pun diketahui tidak ikut shalat berjamaah dan baru datang ke masjid setelah shalat berjamaah selesai.

Untuk lebih meyakinkan pengakuan tersangka, penyidik langsung melakukan pra rekonstruksi. Namun, saat ditanya lebih lanjut oleh penyidik, tersangka kerap menjawab dengan jawaban yang tidak nyambung. "Kita kemudian memanggil psikiatri, dokter spesialis kesehatan jiwa, untuk memeriksa tersangka," kata Agung.

Hasil pemeriksaan awal oleh psikiatri, tersangka dari sisi fisik baik tapi seperti orang linglung, tidak mengerti pertanyaan diajukan maupun siapa yang bertanya. Pelaku juga menjawab pertanyaan dengan tak nyambung, tak konsisten, tak terstruktur, terdapat waham kebesaran dan rasa bersalah. "Dari hasil pemeriksaan dokter spesialis kejiwaan, tersangka alami gangguan kejiwaan," kata Agung.

Tersangka akan dilakukan pemeriksaan lebih mendalam oleh timpsikiatri pada Senin (29/1). Hasil dari pemeriksaan itu akan jadi bahan penanganan selanjutnya.

Disinggung motif tersangka menyerang KH Umar Basri, Agung mengaku, belum mengetahui secara jelas. "Saat diperiksa, pelaku hanya mengaku senang saja," tutur Agung.

Kemungkinan adanya dugaan tersangka berasal dari golongan tertentu? Agung menegaskan, tidak ada. Warga di sekitar lokasi kejadian juga tidak ada yang mengetahui asal-usul tersangka. 0 SIO