Rabu, 31 Januari 2018

Jual Satwa Langka di Medsos, Tujuh Orang Diciduk

Ist.
Beritabatavia.com - PERDAGANGAN satwa langka dan dilindungi masih terjadi. Kini penjualan bukan dengan cara konvensional namun melalui media sosial (Medsos). Berdasarkan laporan masyarakat, Ditreskrimsus Polda Metro Jaya bersama tim gabungan melakukan operasi selama tiga minggu pada awal Januari 2018.

Hasilnya tujuh orang diringkus di tujuh TKP berbeda. Mereka: SF, AM, MBK, HRN, IA, ETW, dan AR, yang ditangkap di Cengkareng Jakarta Barat, Penjaringan Jakarta Utara, Matraman dan Rawamangun Jakarta Timur, Pasar Minggu dan Jagakarsa Jakarta Selatan, Bekasi, hingga Beji Depok.

"Dengan perkembangan teknologi media sosial, jadi ada komunitas khusus yang menyuarakan penjualan binatang dilindungi. Mereka lakukan penjualan lewat media sosial," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono  di Mapolda Metro Jaya, Rabu (31/1/2018).

Dilanjutkan, pelaku menggunakan sosial media Facebook dan grup Whatsapp untuk melancarkan transaksi perdagangan tersebut. Modusnya pelaku membeli dengan harga murah dan dijual dengan harga tinggi. "Binatang ini ada juga yang harganya Rp500 ribu sebenarnya, seperti Lutung ini sampai Rp300 ribu dijual Rp 2,5 juta sampai Rp 5 juta," jelas dia.

Petugas mengamankan sejumlah hewan yang nantinya akan diurus bersama instansi terkaiit seperti Kementerian Lingkungan Hidup san Kehutanan (KLHK) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jakarta. Di antaranya dua buaya muara, empat lutung Jawa, seekor surili Jawa, dua Siamang, enam kucing hutan, dua bayi burung hantu, dua ular sanca, seekor kukang, seekor monyet pantai, dan seekor elang bondol.

"Kita putus rantainya (penjualan satwa langka). Jadi setelah mereka komunikasi pembwli dan penjual, nanti janjian ketemu dimana dan bawa duitnya. Binatang ini di dapat dari luar Jakarta, ada dari Jawa Barat, Lampung dan lain-lain. Penjual tidak men-stok binatang. Jadi jika ada yang telepon pesan, baru order," ujarnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 40 ayat 2 Juncto Pasal 21 ayat 2 huruf a Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi dan Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Mereka terancam hukuman penjara paling lama lima tahun dan denda maksimal Rp 100 juta. 0 day