Kamis, 01 Februari 2018

RS Husada Tolak Pasien BPJS

Ist.
Beritabatavia.com - Sudah jatuh tertimpa tangga, pepatah lawas yang tepat untuk mengungkapkan peristiwa yang dialami keluarga Himawan Kamaruddin (78) warga, Jln Kartini, Jakarta Pusat. Keluarga Himawan berharap, di tengah kesulitan ekonomi seperti saat ini, kartu kesehatan yang dikeluarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dapat meringankan beban.
 
Tetapi justru sebaliknya, iuran BPJS yang setiap bulannya dibayar, tak dapat digunakan karena pihak Rumah Sakit Husada yang terletak di kawasan Jln Manggabesar, Jakarta, menolak. Akibatnya, keluarga Himawan harus jungkir balik karena kesulitan keuangan untuk membiayai perawatan sejak 25 Januari 2018 lalu.

Ironisnya, alasan penolakan pihak Rumah Sakit Husada bukan masalah kelengkapan administrasi, tetapi karena Himawan baru 12 hari keluar dari rumah sakit tersebut. Bahkan, pihak Rumah Sakit Husada menyiapkan surat pernyataan bahwa perawatan Himawan adalah sebagai pasien umum. Dalam kondisi tak berdaya, akhirnya Aan putri Himawan menandatangani surat pernyataan yang disodorkan oleh dr Dewi di ruangan UGD Rumah Sakit Husada pada Kamis 25 Januari 2018 lalu.

Menurut Aan, sebelum penolakan pada 25 Januari, orang tuanya sudah menjalani perawatan selama tiga hari. Namun, pada Kamis 25 Januari 2018, kondisi kesehatan orang tuanya mendadak drop, dan langsung kami bawa ke Rumah Sakit Husada.
Namun, pihak Rumah Sakit Husada melalui dokter Dewi menolak penggunaan kartu BPJS dengan alasan Himawan baru 12 hari menjalani perawatan,sehingga tidak dapat lagi menggunakan kartu BPJS.

“Emang ada aturan, setelah menjalani perawatan yang pertama, harus menunggu waktu satu bulan kemudian baru bisa menggunakan kartu BPJS ?, ujar Aan sedih.  Memang kita bisa menunda satu bulan lagi baru sakit,tambahnya.

Dia juga mengaku, dalam kondisi bingung terpaksa menanda tangani surat pernyataan yang disodorkan dokter Dewi. Kini keluarga kembali bingung untuk membayar biaya perawatan di Rumah Sakit Husada yang jumlahnya terus bertambah. Sementara belum ada tanda-tanda untuk kesembuhan orang tuanya dalam waktu dekat.

“Kami sudah memenuhi kewajiban membayar iuran setiap bulannya. Hendaknya pihak BPJS bertanggungjawab untuk memberikan hak warga yang menjadi peserta BPJS,” kata Aan.

Sementara pihak Rumah Sakit Husada tak dapat memberikan penjelasan terkait penolakan dan permintaan agar keluarga pasien menandatangani surat pernyataan lebih dulu supaya Himawan dapat dirawat. Petugas di bangsal tempat Himawan menjalani perawatan, mengaku bahwa Himawan adalah pasien umum. Namun, tidak memiliki  kewenangan untuk menjelaskan perihal penolakan kartu BPJS.

Sedangkan petugas informasi Rumah Sakit Husada berjanji akan menyampaikan pesan kepada  dokter Dewi agar memberikan penjelasan atau klarifikasi atas penolakan Himawan sebagai pasien tanggungan BPJS. Sayangnya, hingga tulisan ini dimuat, pihak Rumah Sakit Husada maupun dokter Dewi belum memberikan tanggapan. O son