Jumat, 02 Februari 2018

Polri: Polemik Pidato Tito Jangan Dipolitisasi

Ist.
Beritabatavia.com - Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) meminta polemik pidato Kapolri Jenderal Tito Karnavian tidak perlu dibesar-besarkan dan dipolitisasi. Pidato Tito bahwa hanya Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah yang berperan dalam berdirinya negara Indonesia berujung polemik beberapa hari belakangan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Mohammad Iqbal mengatakan, polemik pidato itu telah selesai dan klir. Hal itu, kata dia, karena Tito telah bersilaturahmi dengan berbagai perwakilan ormas Islam dan melakukan klarifikasi.

"Tentang pertanyaan pro dan kontra dan lain-lain, saya kira tidak perlu lagi dibesar-besarkan. Kapolri sudah tabbayyun di kantor PBNU dengan belasan ormas Islam. Sudah clear tidak ada masalah. Tolong tidak dipolitisir ini semua," kata Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (2/2).

Dia menerangkan, langkah Tito bersilaturahmi dengan berbagai ormas Islam dilakukan lantaran memahami bahwa Polri tidak bisa bekerja sendiri dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, terlebih di tengah tahun politik saat ini.

Menurutnya, situasi seperti saat ini membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat dari ormas Islam, ulama, dan tokoh agama untuk bergandengan tangan serta saling menguatkan keamanan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Sehingga NKRI tidak boleh sedikit pun goyang," kata mantan Kapolrestabes Surabaya itu.

Iqbal menilai tidak terlalu mau banyak berkomentar terkait ketidakpuasan yang masih dilayangkan Persaudaraan Alumni 212 dengan meminta Presiden Joko Widodo segera mencopot Tito dari jabatan Kapolri. "Kan, hal tersebut belum tentu dituruti oleh Jokowi. Sebab, Iqbal menegaskan, Tito telah bersilaturahmi dengan sejumlah ormas Islam dan polemik terkait pidato tersebut telah selesai," ucapnya.

Polemik pidato Tito terjadi setelah video berdurasi dua menit delapan detik beredar di media sosial dan mendapatkan protes keras dari Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain pada Senin (29/1). Setelah sejumlah kalangan dari pihak pro dan kontra menyikapi pidato tersebut, Tito pun menyambangi kantor PBNU pada Rabu (31/1).

Dia menegaskan, tak pernah berniat mendiskirminasi ormas Islam di Indonesia. Jenderal bintang empat itu juga berkata, video yang berisi pidatonya soal ormas di Indonesia sudah mengalami penyuntingan. "Itu sebetulnya kata sambutan saya panjang 26 menit. Dipotong dua menit yang mungkin jika dicerna segitu saja membuat kurang nyaman," ucap Tito. 0 CIO