Minggu, 04 Februari 2018

Aniaya Bocah SD Viral di Medsos, 3 Pelaku Dibekuk

Ist.
Beritabatavia.com -
Kekerasan terhadap anak terus terjadi. Kini, kekerasan menimpa bocah Sekolah Dasar (SD) berisial B asal Kuningan Jawa Barat. Insiden memilukan itu terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial (Medsos). Dalam video tersebut, bocah berusia 8 tahun mengalami luka lebam di sekujur tubuhnya. Ia juga mengalami luka bekas siraman air panas di bagian lengan.

Jajaran CyberCrime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya turun tangan melakukan pelacakan kasus penganiayaan melalui dunia cyber. Ditemukan korban ternyata warga Kuningan. Polisi pun melakukan penyelidikan dan akhirya membekuk tiga orang perempuan, termasuk ibu kandung korban.

Ketiga pelaku, Maryam (43), tetangga korban dan Saptinah (41), ibu korban. Keduanya adalah warga Dusun Cikubangsari, Kecamatan Kramat Mulya, Kuningan, Jawa Barat. Juga Linda Susanti (45) warga Pondok Ungu, Bekasi merupakan teman ibu koban. Linda ditangkap di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat.

“Selama hampir setahun, korban B mengalami penyiksaan oleh teman ibu kandungnya. Jadi ada luka lebam di mata, luka di sekujur tubuh badan. Kemudian disiram air panas di tangannya terlihat di video lukanya. Mereka juga dikenakan pasal penyekapan sekaligus menelantarkan anak kecil,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Argo Yuwono di Jakarta, Minggu (4/2/2018).

Komber Argo menjelaskan B sejak dilahirkan pada tahun 2010 tidak pernah mendapatkan kasih sayang orangtuanya. Kedua orangtuanya bercerai ketika B berumur tiga bulan. Akibatnya ibunya, SP menitipkan B ke neneknya di Kuningan, Jawa Barat. "SP single parent. Dia berkerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di Manado," ucap Argo.

Saat B berusia 8 tahun orangtuanya SP mendapatkan informasi sang anak ditelantarkan di rumah neneknya. Lantas, SP menyuruh MR membawa korban berinisial B ke LS untuk dirawat. Kenyataannya, selama pengasuhan B mengalami berbagai kekerasan fisik seperti dicubit, dipukul menggunakan kayu. Bahkan disiram dengan air panas. "Sampai sekujur tubuh korban mengalami luka-luka," ucap dia.

Argo menjelaskan, Tim Cyber Patrol Ditreskrimsus Polda Metro Jaya sebelumnya menemukan sebuah video di jejaring sosial. Dalam video itu terlihat seorang anak laki-laki mengalami penganiayaan. "Sekitar awal Januari 2018, Tim Cyber Patrol melihat video anak kecil badannya luka-luka. Ada di lengan kiri-kanan, paha, dada," ucap dia.

Polisi menganalis video tersebut. Hasilnya, ditemukan bahwa korban berada di Kuningan, Jawa Barat. "Bocah itu berinisal B. Saat ini ada di rumah neneknya. Kondisinya sedang sakit," terang dia sambil menambahkan polisi langsung membawa bocah B ke Rumah Sakit Umum Kuningan sembari menginterogasi keluarga korban.

Ternyata dari hasil keterangan sejumlah saksi, penganiayaan terjadi saat korban dititipkan ibunya berinisal SP. "Setelah dikembangkan menemukan pelaku penganiayaannya," tutur Argo.

Kasubdit Cybercrime Polda Metro Jaya, AKBP Roberto Pasaribu menambahkan berdasarkan informasi yang dihimpun, korban tidak hanya menjadi korban penganiayaan melainkan juga korban penculikan, penelantaran, dan perdagangan anak. Kasus tersebut terungkap setelah video kondisi korban beredar luas di media sosial. 0 EEEE