Kamis, 08 Februari 2018

Dampak Operasi di Danau Sunter, Pelajar Malu Sekolah Karyawan Dicap PSK

Ist.
Beritabatavia.com -
Puluhan wanita yang terjaring dalam operasi di sejumlah kafe di pinggiran Danau Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara disinyalir salah tangkap. Belakangan mereka merupakan bukan pekerja seks komersil (PSK), namun karyawati yang bekerja di kafe dan toko di kawasan Sunter.

Kuasa hukum Koperasi Pembina Profesi Olahraga Perairan, Meivrie Nirahua mengatakan pihaknya menyesalkan pernyataan yang menyebutkan perempuan terjaring razia di Danau Sunter sebagai PSK. Dampaknya sangat luar biasa terhadap kehidupan dan keluarganya.

”Terkait tuduhan puluhan wanita di lokasi ini yang disebutkan PSK semua tidak benar, hal ini didasarkan pada fakta setelah di titipkan ke panti sosial Cipayung dan melewati beberapa proses di sana mereka dibebaskan dengan predikat mereka bukan WTS seperti yang disampaikan saat razia,” ujar Meivrie di Jakarta, Kamis (08/02/2018).

Dilanjutkan, dampak dari pemberitaan yang menyebutkan mereka sebagai PSK, banyak dari para pekerja tidak melanjutkan pekerjaan mereka sebagai pelayan warung dan toko di kawasan Danau Sunter. Karena sudah malu dicap sebagai PSK.

“Bahkan salah satu korbannya menyebutkan anaknya tidak mau bersekolah lagi karena malu orang tuanya disebut WTS. Ke-41 orang ini menjadi waiters sebagai kerja sampingan, tapi pekerjaan utama mereka karyawan perusahaan dan pelayan toko,” jelasnya.

Sebelumnya, pada Jumat (19/1) hingga Sabtu (20/1) jajaran Pemkot Administrasi Jakarta Utara didampingi pemangku kepentingan melakukan operasi razia gabungan dan mengamankan sedikitnya 32 wanita di warung dan kafe pinggir Danau Sunter.

Razia tersebut dimaksudkan untuk memberantas peredaran narkoba dan minuman keras yang dikeluhkan oleh warga sekitar terkait dan merupakan bagian dari penataan yang dilakukan Pemkot Jakarta Utara menjelang dilaksanakannya Festival Danau Sunter pada akhir Februari ini. 0 PKO
Berita Terpopuler
Kamis, 15 November 2018