Sabtu, 10 Februari 2018

Gembong Kartel Narkoba Paling Sadis Diringkus

Ist.
Beritabatavia.com - Pihak berwenang Meksiko mengatakan seorang pemimpin kartel narkoba Zetas yang terkenal telah ditangkap di Mexico City. Jose Maria Guizar Valencia adalah sosok yang paling dicari oleh Amerika Serikat (AS). Pemerintah AS telah menawarkan hadiah sebesar USD5 juta untuk dirinya.

Jose Maria Guizar Valencia dikenal sebagai Z-43. Ia mempunya dua kewarganegaraan, AS-Meksiko, dan diperkirakan telah menjalankan operasi Zetas di wilayah tenggara.

Departemen luar negeri AS mengatakan Valencia bertanggung jawab untuk mengimpor ribuan kilogram kokain dan methamphetamine ke Paman Sam setiap tahunnya.

"Zetas telah membunuh sejumlah warga sipil Guatemala yang tak terhitung jumlahnya selama menguasai wilayah perbatasan Guatemalan dengan Meksiko secara sistematis selama beberapa tahun terakhir," bunyi keterangan yang di situs Departemen Luar Negeri AS seperti dikutip dari BBC, Sabtu (10/2/2018).

Gembong narkoba tersebut ditangkap di lingkunan kota Roma, Mexico City, yang dikenal dengan bar dan restorannya yang mewah.

"Ia ditangkap tanpa menggunakan kekuatan," kata kepala Komisi Keamanan Nasional, Renato Sales, dalam sebuah konferensi pers pada hari Jumat, saat berita tersebut dikonfirmasi.

Valencia kini sekarang akan menghadapi ekstradisi ke AS, mengenai penyelundupan narkoba dan tuduhan pencucian uang.

Pada tahun 2012, Zetas dianggap sebagai geng narkoba terbesar di Meksiko. Namun, mereka telah kehilangan wilayahnya dalam beberapa tahun terakhir, seperti yang lainnya, terutama dari Jalisco New Generation, yang telah berkembang dan mengambil wilayah timur laut yang sebelumnya dikuasai mereka.

Selain itu penangkapan pemimpin lain juga telah melemahkan kelompok tersebut, dan menyebabkan perpecahan internal.

Kelompok tersebut, yang berasal dari Kartel di Teluk, didirikan oleh anggota militer dan polisi yang korup.

Tahun lalu adalah tahun yang paling penuh kekerasan di Meksiko, dengan lebih dari 25.000 pembunuhan. Kejahatan terorganisir dianggap penyumbang hampir tiga perempat dari kematian tersebut.

Joaquín "El Chapo" Guzmán, pemimpin kartel Sinaloa, diekstradisi ke AS Januari lalu, setelah dua kali membobol penjara Meksiko.

Awal pekan ini, seorang hakim New York mengatakan bahwa anggota juri akan tetap anonim untuk melindungi identitas mereka dari kemungkinan aksi balasan oleh geng yang sangat sadis itu. Persidangan Guzmán sendiri akan dimulai pada bulan September nanti.