Selasa, 13 Februari 2018

Kampung Brocos Digerebek, Warga Lakukan Gerakan Tutup Mulut

Ist.
Beritabatavia.com - WARGA Kampung Boncos, Palmerah, Jakarta Barat memilih lakukan gerakan tutup mulut alias bungkam terkait peristiwa penggerebekan pengedaran narkoba oleh aparat seminggu lalu. Warga takut berbicara dan sepakat tutup mulut karena tak ingin terjadi sesuatu yang menimpa dirinya maupun keluarganya.

"Saya nggak mau komentar apa-apa. Takut, lebih baik sepekat bungkam apalagi kondisinya belum aman," ucap seorang warga Kampung Boncos yang tak mau menyebut namanya, Selasa (13/02/2018).

Lelaki setengah baya itu, juga tak mau merinci kondisi rawan yang dimaksud. Hanya berharap area tempat tinggalnya dapat menjadi hunian yang tentram dan damai tanpa adanya isu peredaran narkoba serta isu lainnya. Apalagi, sejak dulu Kampung Boncos digambarkan sebagai kampung narkoba. 

"Ya harapannya jangan ada lagi omongan jelek tentang Kampung Boncos. Dibilang kampung narkoba lah, banyak pemakai. Dulu juga banyak penyebaran HIV, tempat rawan maling," sambung perempuan berkacamata itu.

Enam hari pascapenggerebekan peredaran narkoba, situasi Kampung Boncos sepi. Sebelum penggerebekan biasanya banyak remaja yang mengobrol di setiap gang Kampung Boncos.

Sejumlah warga menolak bicara. Begitupula ketika ditanya rumah RT/RW setempat, mereka diam. Tidak mau menunjukkan rumahnya serta nama ketua RT dan RW - nya. Sementara beberapa lelaki muda di kawasan itu nampak siaga, waspada dan tatap matanya menunjukkan sikap tak bersahabat terhadap orang yang masuk kampung Broncos.

Sebelumnya, pada Rabu, 7 Februari 2018, Polres Metro Jakarta Barat kembali melakukan penangkapan terhadap terduga pengedar narkoba di Kampung Boncos, Palmerah, Jakarta Barat. Dalam penggerebekan, polisi menangkap tujuh orang yang diduga pengedar sabu dan menyita 64 gram sabu.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Hengki Haryadi mengatakan, saat ini penyidik masih memeriksa intensif para tersangka. "Untuk sementara ini kami belum bisa memastikan bagaimana peran dari ketujuh pelaku yang kami amankan, maka dari itu kami akan menyelidikinya lebih lanjut. Kami juga masih mengejar satu pelaku lagi yang berhasil meloloskan diri," kata Hengki.

Hengki menjelaskan, penangkapan pelaku dilakukan di beberapa rumah berbeda. Sementara itu, saat dilakukan pemeriksaan pada salah satu rumah yang dijadikan target sasaran operasi, polisi menemukan barang bukti berupa alat hisap sabu atau bong. 0 rza