Rabu, 21 Februari 2018

Ditahan, Guru SMA di Banten Sebar Isu PKI via FB

Ist.
Beritabatavia.com - Aparat kepolisian bergerak cepat begitu mendapatkan kabar tentang beredarnya isu soal Partai Komunis Indonesia (PKI). Hasilnya, pemilik akun Facebook Ragil Prayoga Hartajo yang diketahui bernama Yayi Haidar Aqua pun dijemput dari rumahnya. Yayi diduga menyebarkan hoax soal adanya pasukan PKI yang hendak melakukan pembantaian terhadap ulama.

"Selasa, 20 Februari 2018, sekitar jam 01.00 WIB telah melakukan penangkapan terhadap pelaku penyebaran hoax dengan nama Facebook Ragil Prayoga Hartajo," kata Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Irwan Anwar, dalam keterangan tertulis, Rabu (21/2).

Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Irwan Anwar mengatakan, penangkapan Yayi dilakukan di Rangkas Bitung, Lebak, Banten, Selasa (20/2) sekitar pukul 01,00 WIB. Yayi diringkus tanpa perlawanan.

Yayi ditangkap karena menyebar berita bohong dengan judul 15 juta anggota PKI dipersenjatai untuk Bantai Ulama. Dia menyebarkan isu itu lewat akun Facebook Ragil Prayoga Hartajo miliknya.

"Motif pelaku menyebarkan konten hoax dengan alasan ingin mengingatkan murid SMA 1 Sajira, Banten, agar hati-hati bahaya laten komunis akan muncul," jelas Irwan.

Polisi menyita sejumlah barang bukti saat penangkapan Yayi. Di antaranya dua unit ponsel, empat simcard dan akun Facebook tersangka.
RPH kini ditahan polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dia dijerat Pasal 16 Jo pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau pasal 45A ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik tentang SARA dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun. 0 baim