Rabu, 21 Februari 2018

Prihatin, Proyek Infrastruktut Dikuasi Kontraktor Plat Merah

Ist.
Beritabatavia.com -

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia prihatin, mengingat penugasan proyek infrastruktur kepada BUMN Karya, terlalu banyak. Alhasil, kecelakaan konstruksi terjadi beruntun dua tahun terakhir. Proyek infrastruktur kini, dikuasai kontraktor pelat merah sektor karya. Tentu saja, nilai dan jumlah proyeknya cukup besar. Sayangnya, BUMN itu tidak mempertimbangkan keterbatasan kemampuan.

"Ini menyebabkan tingkat ketelitian dan kehati-hatian di dalam menyelesaikan pekerjaan menjadi terpecah-pecah. Belum lagi mereka diberi tenggang waktu sangat ketat. Juga bisa menjadi penyebab semakin beruntunnya kejadian kecelakaan-kecelakaan konstruksi," kata Ketua bidang Konstruksi dan Infrastruktur Kadin Indonesia, Erwin Aksa dalam keterangan resminya, Rabu (21/02/2018).

Selanjutnya, kata Erwin, Kadin menyarankan pemerintah untuk menghentikan penugasan proyek infrastruktur baru kepada BUMN Karya. Dan, memberi kesempatan lebih banyak pada perusahaan swasta nasional untuk terlibat. "Pemerintah perlu mengkaji dan mengevaluasi kembali penugasan-penugasan negara kepada BUMN Karya yang sudah terlalu sering mengalami kecelakaan-kecelakaan konstruksi," ucapnya.

Jika ditemukan pelanggaran, perusahaan kontraktor tersebut harus diberikan peringatan keras dan hukuman sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Langkah ini sebagai peringatan kepada kontraktor lain untuk tidak lalai terhadap kesehatan dan keselamatan kerja (K3).

Komite Keselamatan Konstruksi yang baru dibentuk Kementerian PUPR diharapkan sesegera mungkin melakukan audit menyeluruh terhadap prosedur K3 terhadap proyek strategis nasional yang sedang berjalan.

Audit dilakukan untuk meninjau ada atau tidaknya pelanggaran seperti tercantum dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05/2014 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (SMK3).

"Untuk itulah pemerintah harus melakukan evaluasi total terhadap kebijakan yang selama ini dijalankan, beri kesempatan yang lebih luas kepada swasta untuk ikut mengerjakan, sehingga teman-teman BUMN Karya tidak `overload` (kelebihan beban)," kata Erwin. 0 KAY