Selasa, 27 Februari 2018

Menkeu: Indonesia Takkan Utang IMF Lagi

Ist.
Beritabatavia.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengklaim kedatangan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde dan timnya ke Indonesia bukan untuk memberikan utang lagi.

"Di dalam media sosial mereka menanyakan kedatangan Ibu Critine Lagarde ada di Indonesia apakah akan memberikan pinjaman lagi, tidak!," kata Sri di sela-sela acara High Level Conference dari rangkaian Annual Meetings di Jakarta, Selasa (27/2/2018).

Kedatangan Large, kata Sri, adalah terkait posisi Indonesia yang akan menjadi tuan rumah konferensi tingkat tinggi IMF dan Bank Dunia di Bali pada 8-14 Oktober 2018 mendatang. "Ibu Christine Lagarde ke sini dalam rangka seminar ini sekaligus juga untuk membawa suara voyage to Indonesia untuk IMF anual meeting word bank," kata dia.

Indonesia saat ini sudah tidak punya utang kepada IMF. Namun, Indonesia punya sejarah kelam saat berurusan dengan IMF. Bukannya keluar dari krisis moneter tahun 1998, Indonesia malah terjerumus ke dalam krisis ekonomi hingga mematik kerusuhan di bidang politik dan keamanan.

Bahkan IMF mengeluarkan aneka kebijakan yang membuat situasi makin buruk. Saran IMF untuk menutup 16 bank juga menuai polemik. Hal ini menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat pada perbankan Indonesia. Para nasabah ramai-ramai menarik uang simpanan mereka di bank.

Dari sini pemerintah terpaksa menyuntikkan dana BLBI sebesar US$ 80 miliar. Inilah awal mula kasu korupsi megatriliunan yang belum tuntas di Indonesia.

Namun yang paling parah, IMF meminta Indonesia menaikkan harga BBM. Akhirnya pada 1 Mei 1998, Presiden Soeharto menaikkan harga BBM hingga 74 persen. Hal ini menurut Rizal yang memantik kerusuhan besar-besaran di Indonesia. 0 INI

Berita Terpopuler