Rabu, 28 Februari 2018

Disuntik Dana Besar, Tarif GO-JEK Malah Mencekik

Ist.
Beritabatavia.com - Pasokan dana besar ternyata tidak serta merta membuat harga menjadi lebih murah, hal inilah yang terjadi pada GO-JEK, perusahaan transportasi berbasis aplikasi. Perusahaan yang didirikan oleh Nadiem Makarim ini memutuskan menaikkan harga.

Beberapa waktu sebelumnya, PT GO-JEK Indonesia menerima suntikan besar dari gabungan investor lokal maupun internasional, nilainya pun mencapai USD 1,2 miliar. Tidak sedikit pelanggan yang berharap dana segar itu membuat tarifnya menjadi lebih bersaing.

Akan tetapi, banyak pelanggan yang menyebut tarif Go-Ride setelah mendapat dana segar dari investor perlahan beranjak naik. Artinya, tarif Go-Ride saat ini bisa lebih mahal dari para pesaing seperti GrabBike atau Uber Motor.

Salah satunya Nurdiana, wanita ini mengandalkan ojek online sebagai sarana transportasi dari rumahnya di Palmerah, Jakarta Selatan menuju kawasan Kuningan. Biasanya, dia membayar Go-Ride sekitar Rp 13.000 sekali jalan pada kisaran jam 10 pagi. Jika memakai alat pembayaran GoPay, dia mendapat potongan Rp 1.000. Sehingga cukup membayar Rp 12.000 saja.

Namun belakangan, dia kerap mengeryitkan dahi melihat tarif Go-Ride yang tiba-tiba melonjak. Tarif yang biasa dipatok sekitar Rp 13.000 untuk rute yang sama, kini sudah menjadi Rp 16.000 sampai Rp 17.000.

Claudia Arthauli juga merasakan hal yang sama. Karyawati ini biasanya mengeluarkan duit Rp 5.000 naik Go-Ride dari Galaxy, Bekasi Barat ke pangkalan bus Jatibening Bekasi. Tapi perlahan naik jadi Rp 7.000, kemudian melesat menjadi Rp 11.000-Rp 13.000. "Akhirnya saya pilih bawa motor saja ke sana," keluhnya.

Konsumen lain, Lisa Listiani juga mengamini bila tarif Go-Ride yang termahal dari kedua pesaing. Untuk memberi gambaran, ia mengambil gadget dan memasukkan tujuan. Dari area tempat tinggal yang ada di bilangan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan menuju  Gandaria City, Jakarta Selatan. Ternyata, tarif Go-Ride yang paling mahal.

Untuk jarak tempuh 5,3 km dengan waktu tempuh 21 menit per tanggal 26 Februari 2018 kemarin pada pukul 3.20 WIB, tarif Uber Motor berkisar Rp 6.900-Rp 8.900. Sedang GrabBike lebih mahal dari Uber sebesar Rp 7.000-Rp 9.400. Nah, tarif Go-Ride adalah Rp 7.100-Rp 9.500.

Ia menilai, tarif mahal GO-JEK terkait dengan fasilitas yang dimiliki perusahaan bernilai USD 4 miliar tersebut. Semisal, untuk mengisi GoPay, sistem pembayaran GO-JEK sudah bisa dilakukan via mobile banking, seperti BRI, Bank Mandiri dan banyak lagi.

Mohammed Ali Berawi, pengamat infrastruktur transportasi mengamini pernyataan tersebut. Boleh dibilang segala fasilitas yang ada di GO-JEK saat ini adalah yang paling komplit ketimbang para pesaing. Selain ada sistem pembayaran Go-Pay, perusahaan besutan Nadiem Makarim itu juga punya Go-Send, dan ragam fitur lainnya. "Inilah yang membuat GO-JEK unggul dan banyak pelanggan," sambungnya.

Sampai berita ini turun, manajemen GO-JEK, Grab Indonesia dan Uber Indonesia tidak memberi keterangan. Tapi, pengemudi GO-JEK, Adji Prasetyo beri penjelasan, awal tahun ini manajemen GO-JEK mengerek tarif, terutama di daerah yang minim pengemudi GO-JEK.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi menyebut penentuan tarif yang dilakukan oleh masing-masing perusahaan memang dibenarkan. Lantaran ojek motor hingga kini belum termasuk transportasi publik. "Tarif ojek online tidak diatur regulasi," ucapnya singkat. 0 KNTN

Berita Terpopuler