Rabu, 28 Februari 2018

Sebelum Bentuk TGPF Novel, Presiden Panggil Kapolri

Ist.
Beritabatavia.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil kembali Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menanyakan perkembangan penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan. Pemanggilan juga berkaitan desakan banyak pihak agar Jokowi segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) supaya perkara segera selesai.

"Presiden menyampaikan, sebelum memutuskan membentuk TGPF, Presiden ingin mendengarkan laporan progres penyelidikan yang dilakukan Polri, akan dipanggil Pak Kapolri," ujar Juru Bicara Presiden Johan Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (28/2).

Perkembangan baru akan diminta Jokowi dalam waktu dekat sebab sebelumnya Presiden kunjungan kerja ke banyak daerah mulai dari Ambon, Makassar, Bandung, dan Bali sejak dua pekan lalu. Kendati demikian, Johan mengaku belum dapat memastikan waktu pemanggilan Kapolri oleh Presiden.

Johan menyatakan, penyelesaian kasus Novel masih menjadi perhatian Jokowi sehingga masyarakat diharapkan bersabar kepada proses hukum yang sedang berlangsung. "Konsen Presiden kasus ini harus diungkap, dicari pelakunya, juga siapa di belakang pelaku," tutur mantan Jubir KPK ini.

"Presiden tidak menyatakan nunggu polisi angkat tangan. Dari mana kesimpulan itu? Konsen Presiden, kasus ini harus diungkap, dicari pelakunya. Tidak hanya pelakunya, tapi siapa di belakang pelaku?," tambah Johan.

Sejumlah pihak seperti lembaga swadaya masyarakat hingga keluarga Novel meminta Jokowi segera membentuk TGPF. Kemarin, Novel secara pribadi turut berharap Jokowi selaku Kepala Pemerintahan membuat TGPF.

Novel menilai, pembentukan TGPF merupakan bukti nyata perhatian Jokowi terhadap dirinya dan penuntasan kasus ini sebab kepolisian tak kunjung berhasil mengungkap pelaku penyerangan dalam penyelidikan 10 bulan terakhir. 0 BAIM