Jumat, 09 Maret 2018

Terminal Pulo Gebang Rencana Jadi Badan Layanan Umum

Ist.
Beritabatavia.com -
Terminal Pulo Gebang akan dijadikan Badan Layanan Umum (BLU) agar pengelolaanya lebih optimal dan menarik banyak masyarakat untuk bepergian dengan bus, terutama keluar kota melalui terminal tersebut.

"Pulogebang itu tantangannya adalah pengelolanya, gubernur baru itu menetapkan BLU, sekarang kalau dengan BLU kita tunggu bisa seberapa jauh mengelola itu. Saya yakin akan lebih optimal," kata Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihantono dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR di Komplek Parlemen, Jakarta.

Saat ini pengelolaan masih berada di Pemda, jadi BPTJ hanya mengoperasikan terminal yang menjadi hub itu. "Karena itu masih Pemda bukan kewenangan kami, kepentingan kami adalah bagaimana mengoperasikan Pulogebang menjadi optimal karena investasi cukup besar, kami mendorong di situ. kami punya tanggug jawab itu," katanya.

Dilanjutkan, jika sudah menjadi BLU, maka pengeolaan Terminal Pulogebang bukan lagi berada di Pemda dan bisa dioptimalkan karena pola pengelolaan keuangan dengan perputaran yang lebih fleksibel dan cepat. "Saya koordinasi dengan Pemda untuk pembentukan BLU ini, seharusnya secepatnya karena itu sudah terlambat sekali karena nanti terminal bayangan akan ada terus," katanya.

Nantinya, Terminal Pulo Gebang juga akan dilengkapi dengan fasilitas pembelian tiket secara daring (e-ticketing) agar memudahkan para calon penumpang seperti arahan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Sampai saat ini, Terminal Pulo Gebang masih terbilang sepi karena dinilai terlalu jauh dari pusat kota meski sudah diresmikan sejak 23 Juni tahun lalu.

Pengamat Transportasi Universitas Soegijapranata Semarang Djoko Setijowarno menilai Terminal Pulogebang kurang dikelola secara profesional. Mulai dari kebersihan toilet, keberadaan petugas resmi yang jumlahnya sangat sedikit serta minim informasi.

"Masih sangat yang harus dibenahi di Terminal Pulo Gebang, masih sangat perlu belajar dengan terminal di negara tetangga, seperti Terminal Pudu Raya di Kuala Lumpur, apabila ingin menjadikan terminal serasa bandara," katanya.

Djoko mengatakan untuk menarik perhatian masyarakat agar menggunakan Terminal Pulo Gebang, maka pelayanannya terlebih dahulu yang harus ditingkatkan. 0 ANO
Berita Terpopuler