Sabtu, 10 Maret 2018

Sosok Polisi Berpangkat Ipda & Bergelar Doktor Yang Promoter

Ist.
Beritabatavia.com - Pendidikan merupakan pintu masuk sekaligus pondasi utama dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas yang mampu berkompetisi dalam perkembangan jaman. Bahkan, sebuah nasihat bijak mengatakan, seseorang akan naik derajat dan mendapat kemudahan serta peningkatan kehidupan sosial ekonominya karena memiliki ilmu pengetahuan.

Hal itu diungkapkan Inspektur dua (Ipda) DR Horas Marcus Alfred Sipahutar, SH,MH, anggota Subdit Ranmor Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Metro Jaya.  Saat masih berpangkat Brigadir dan berusia 44 tahun sudah berhasil meraih gelar Doktor bidang hukum dari Universitas Trisakti, Jakarta pada 2015. Hingga kemudian lulus sebagai perwira pertama Polri lewat alih golongan angkatan II SPN Lido, Bogor pada 2017.

Menurutnya, tidak semua anggota Polri memiliki kesempatan untuk belajar di lembaga pendidikan Polri. Tetapi, tidak menjadi alasan untuk berhenti belajar. Sebab pendidikan itu tak dapat dihalangi oleh waktu dan tempat. Kesempatan belajar di lembaga pendidikan di luar Polri selalu terbuka, apabila memiliki semangat, tekad dan kemauan yang terus membara.

Sejumlah gelar akademis yang diraih Ipda DR Horas Marcus Alfred Sipahutar, SH, MH adalah buah dari kerja keras. Ilmu pengetahuan yang dimilikinya sebagai bentuk persiapan dalam menghadapi dinamika masyarakat yang semakin cepat. Jauh sebelumnya, Horas Marcus Alfred Sipahutar telah mempersiapkan diri lewat pendidikan agar dapat berperan maksimal untuk mewujudkan program Promoter (profesional, modern, terpercaya) yang dicanangkan Kapolri Jenderal Prof Tito Karnavian.

Dia yakin Promoter akan lebih cepat terwujud, bila seluruh anggota Polri memiliki pendidikan yang memadai. Pria kelahiran Duri, Riau ini juga tak ingin terlindas dengan perkembangan jaman, hanya karena tidak memiliki pendidikan dan pengetahuan yang memadai. Lewat kerja keras,semangat dan tekad Horas Marcus Alfred Sipahutar memulai belajar hingga meraih gelar Doktor hukum di Universitas Trisakti Jakarta.

Pendidikan telah memberikan berbagai peluang kemudahan bagi Horas Markus Alfred Sipahutar. Sebelum Horas Marcus Alfred Sipahutar berpangkat Ipda lewat pendidikan perwira  alih golongan angkatan II SPN Lido, Bogor pada 2017. Dia adalah Bintara Polri bergelar Doktor yang jumlahnya dapat dihitung dengan jari.

Perjalanan karir Horas Marcus Alfred Sipahutar bermula saat  bertugas di opsnal Subdit Ranmor Polda Metro Jaya pada 1996. Perlahan tapi pasti,  Horas Marcus mengukir sederet prestasi. Lulusan SPN Lido 1993 ini ikut terlibat dalam tim yang dipimpin saat ini menjadi Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengungkap sejumlah kasus besar seperti penculikan cucu Nyo Ben Seng dan penculikan Sjamsul Nursalim.

Horas Marcus mengakui, kondisinya saat ini tidak terlepas dari bimbingan sejumlah pimpinan Polri dari mulai Paimin AB,Edi Darnadi,Carlo B Tewu hingga Bambang Hendarso Danuri serta Khrisna Murti dan sederet nama beken petinggi Polri seperti Irjen Idham Aziz , Brigjen DR Fadil Imran, Brigjen Dr Rudi Heryanto Adi Nugroho, hingga Kombes DR Nico Afinta.

Begitu juga saat dipercaya sebagai penyidik pembantu dalam pemberkasan.Lagi, Horas diganjar penghargaan dari Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan atas prestasinya meraih rangking 2 penyelesaian perkara terbanyak.

Sukses dan prestasi yang diraihnya tak semulus perjalanan hidupnya. Horas Marcus Alfred Sipahutar terlahir dari keluarga sederhana pada 17 Mei 1971 di sebuah kota kecil, Duri,Riau yang dikenal dengan lading minyak terbesar di Indonesia.
Ayahnya (almarhum) hanya bekerja sebagai operator cren pada perusahaan kontraktor PT.Caltex Pacific Indonesia, memaksanya harus memilih pendidikan kejuruan,agar bisa cepat bekerja.

Jalan berliku dan kerikil tajam terus dilaluinya dengan penuh semangat untuk mewujudkan keinginannya menjadi anggota Polri. Lewat perjuangan dan kerja keras disertai Doa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Horas Marcus Alfred Sipahutar akhirnya berhasil menjadi anggota Polri disusul kesuksesan dalam meraih gelar Doktor.

Semua itu berawal setelah Horas Marcus Alfred Sipahutar menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah di kota kelahirannya Duri,Riau. Kemudian melanjutkan pendidikan di Sekolah Teknik Menengah Negeri (STMN)80,Pekanbaru, jurusan teknik pengerjaan logam.
 
Kecintaannya terhadap Polri yang tidak pernah luntur, membuat  keinginannya menjadi insan Bhayangkara tak pernah pupus. Bahkan saat masih duduk di bangku kelas 3 STM,Horas sudah mendaftar untuk mengikuti test Sekolah Calon Bintara (Secaba)Polri.
 
Sayangnya,Horas gagal mengikuti pendidikan Secaba Polri di SPN Pekanbaru, setelah dinyatakan tidak lulus dalam ujian Pantohir. “Kegagalan itu adalah keberhasilan yang tertunda,tidak ada kata menyerah,” kata Horas Marcus Alfred Sipahutar, diruang kerjanya Subdit Ranmor Ditkrimum Polda Metro Jaya.

Beruntung, pihak sekolah mengirim Horas yang sudah meraih  ijajah STM jurusan teknik pengerjaan logam untuk bekerja di  Batam Plant, Kepulauan Riau.  Kemudian pengalaman kerja yang didapatnya digunakan untuk meraih kembali cita cita yang tertunda menjadi anggota Polri. Dia hijrah ke Jakarta mengadu nasib seperti layaknya seorang pejuang tangguh.
 
Bermodal nekat dan optimis serta  penuh semangat, Horas Marcus Alfred Sipahutar mendaftar untuk mengikuti pendidikan Secaba Polri di Polda Metro Jaya pada 1992. Beruntung, dia diterima dan lulus Seba Polsuk Angkatan XII SPN Lido 1993.
Meski telah resmi mengenakan seragam coklat lengkap dengan atribut tanda anggota Polri.Horas tidak berhenti dan diam, tetapi terus berupaya untuk menjadi sumber daya manusia yang unggul.
 
“Saya termotivasi untuk menjadi anggota Polri yang unggul.Karena kedepan semakin banyak tantangan maupun halangan.Untuk itu saya harus belajar,” kata Horas.

“what ever you do to do please do dont wait until tommorow “  Apa yang bisa lakukanlah, jangan menunggu sampai besok. Kalimat itulah yang memicu suami Meldi Agnes Monita br Sitanggang ini mendaftar ke Fakultas Hukum Universitas Mpu Tantular,Jakarta pada 1997 dan lulus sarjana hukum pada 2001. Kemudian melanjutkan pendidikan program S2 pada 2009 di universitas yang sama lulus pada 2011.

Selanjutnya Horas  meraih gelar Doktor pada 2015 dari Universitas Trisakti Jakarta,setelah mempertahankan disertasinya bertajuk “Efektifitas Pasal Pidana Dalam Perjanjian Pembiayaan Konsumen Dalam UU 42 Tahun 1999 Tentang Jaminan Fiducia”. 
Kendati sejumlah gelar akademis sudah diraihnya, Ayah tiga anak ini terus menjalani profesi sebagai anggota Polri dengan jabatan Panit Sidik  Subdit 6 Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
 
“Saya tetap anggota Polri,hingga tiba waktunya untuk tidak lagi atau pensiun dari Polri,” tegas Horas.

Keinginan agar keberadaanya bermanfaat bagi masyarakat, Horas Marcus Alfred Sipahutar mengisi waktu luangnya menjadi Dosen di sejumlah perguruan tinggi di Jakarta. Horas menjadi dosen pada program S1 untuk mata kuliah Kriminologi,Hukum Pembuktian Pidana dan Tindak Pidana Korupsi.Sedangkan program S2 dia memberikan mata kuliah Pembaharuan Hukum Pidana dan Kebijakan Hukum Pidana.

Tidak hanya itu, dia juga menjadi pembicara di berbagai seminar tentang hukum. Serta aktif di sejumlah organisasi sosial dan Agama. Kita berharap Ipda DR Horas Marcus Alfred Sipahutar, SH, MH menjadi motivasi bagi ratusan ribu Bintara Polri lainnya. O Edison Siahaan

Berita Terpopuler
Rabu, 11 Juli 2018