Senin, 12 Maret 2018

Masih Banyak Wanita Merokok Saat Hamil, Apa Efeknya?

Ist.
Beritabatavia.com -
Masih banyak wanita yang merokok saat hamil. Begitu data baru yang diungkapkan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC), alias Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat. Merokok, secara umum sangat buruk bagi kesehatan. Apalagi jika perokok tersebut adalah seorang wanita hamil.

Di Indonesia, Majelis Ulama Indonesia (MUI) bahkan mengeluarkan fatwa tahun 2009 lalu, merokok itu haram bagi wanita hamil.

Mengutip Buzzfeed, Senin (12/3/2018), studi yang dilakukan oleh CDC tadi mengungkap: 7.2 persen wanita yang melahirkan di tahun 2016 (sekitar 1 dari 14 wanita) masih merokok saat kehamilan.

Kelompok terbesar dari wanita yang merokok saat hamil ini berada pada rentang usia 20-24 tahun, diikuti oleh kelompok usia 15-19 tahun, dan yang paling kecil adalah wanita hamil yang 25-29 tahun.

Mary Jane Minkin, MD, profesor klinis bidang Kandungan, Kebidanan dan Ilmu Reproduksi di Yale University School of Medicine dan pendiri dari Madame Ovary, memaparkan faktanya. "Merokok saat hamil itu buruk, sudah tidak diragukan lagi," ujar Minkin pada Buzzfeed.

Walau data tentang cacat lahir akibat ibu merokok, secara persis memang kecil, tapi masih banyak kumpulan data lain yang semakin besar seiring waktu, tentang efek buruk ibu hamil yang merokok.

Misalnya saja, ibu perokok akan membuat berat lahir bayi rendah. Ibu perokok juga memperbesar bayi lahir prematur dan memperbesar risiko kematian bayi secara mendadak.

Tak hanya itu, saat seorang wanita masih terus merokok saat hamil, ia berisiko mengalami kondisi yang bernama lepas plasenta, yaitu ketika plasenta lepas dari dinding rahim. Ketika ini terjadi, otomatis suplai oksigen untuk bayi juga akan terhenti.

Banyak wanita yang masih merokok saat hamil, karena tidak sadar dirinya sedang mengandung. Ketika tahu akan jadi ibu, tidak sedikit wanita yang memutuskan langsung berhenti merokok. Tapi apakah hal itu pilihan yang aman? Berhenti merokok secara mendadak dan total sangatlah berat dan sulit bagi beberapa orang.

"Ketika berbicara tentang pengganti nikotin, kita masih belum bisa memastikannya. Ada data yang mengatakan, nikotinlah (bukan rokok, dan lainnya) yang menyebabkan masalah," jelas Minkin.

Itulah kenapa, para perokok terkadang mengonsumsi permen atau tablet isap lebih baik, karena paparan nikotinnya tidak akan terus-menerus. Namun Minkin mengatakan, hal ini masih belum bisa dipastikan.

"Jadi apa yang saya sarankan biasanya, idealnya ibu tidak merokok sama sekali saat hamil, tapi (jika tidak bisa), mereka harus berusaha memangkas rokok sampai sesedikit mungkin, sesuai kesanggupan mereka," tutup Minkin. 0 NIZ