Rabu, 14 Maret 2018

Jokowi: Bank Wakaf Selamatkan Ibu-Ibu dari Rentenir

Ist.
Beritabatavia.com -
Presiden Joko Widodo mengimbau masyarakat untuk mengajukan pinjaman dana tanpa bunga ke Bank Wakaf Mikro, dan bukan melalui para rentenir yang membebankan bunga utang selangit. Dengan keberadaan bank wakaf mikro ini, warga agar menggunakan dana pinjaman dengan efektif dan optimal.

"Ini paling penting. Saya titip jangan sampai ibu-ibu terjerat rentenir. Karena di sana (tempat peminjaman lain) bunga sangat tinggi bisa 30-40 persen per tahun," kata Presiden Jokowi kepada sejumlah ibu nasabah Bank Wakaf Mikro An-Nawawi Tanara, Serang, Banten yang diresmikan Presiden Jokowi, Rabu (14/3).

Dilanjutkan, nasabah hanya dikenakan biaya administrasi tiga persen per tahun dari jumlah uang yang dipinjamkan. Nasabah juga tidak dikenakan bunga ketika mencicil. Beberapa nasabah memberi tahu Jokowi mereka membayar cicilan Rp26 ribu setiap minggu atas pinjaman Rp1 juta. "Berat enggak? Enggak dan itu tidak ada bunganya. Bagus enggak kena rentenir," tutur mantan Wali Kota Solo ini.

Kepala negara melanjutkan, Bank Wakaf merupakan lembaga bentukan Otoritas Jasa Keuangan yang dananya bersumber dari donatur seperti Pendiri Mayapada, Tahir.

Dalam kesempatan dialog, seorang ibu bernama Bahiya, warga Kampung Tanara. "Kira-kira kalau minta tambahan modal dapat enggak dari bapak?" tanya Bahiya kepada Jokowi.

Jokowi, Wimboh, bahkan Ketua Majelis Ulama Indonesia Maruf Amin langsung tertawa mendengar hal itu. "Kok tambahan modal dari saya gimana ini? Ini ibu-ibu disiapkan Bank Wakaf Mikro oleh pemerintah ini digunakan sebaik-baiknya. Jangan tambahannya dari saya," kata Jokowi sambil tertawa.

Ia menjelaskan, pinjaman awal yang diberikan Rp1 juta kepada nasabah di sana bisa dicicil Rp26 ribu per minggu tanpa bunga. Dana itu diharapkan bisa mengembangkan usaha masyarakat. Para nasabah dapat meminjam lebih besar sekitar Rp2 juta apabila pinjaman awal telah dilunasi dan usaha terlihat berkembang.

"Kalau tidak berkembang sulit mendapatkan tambahan dari sini. Enam bulan berkembang bagus ditambah lagi. Yang kita harapkan itu. Jangan tambahan minta dari Presiden," sambungnya.

Secara terpisah, pendiri pondok pesantren sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia Maruf Amin berterima kasih kepada Jokowi karena meluncurkan program Bank Wakaf.

Menurutnya, hal itu dilakukan karena mendengar masukan ulama yang menginginkan pembangunan ekonomi nasional dimulai dari bawah, terutama pondok pesantren. "Beruntung punya Presiden yang selalu berkunjung ke pesantren dan selalu merespons berbagai aspirasi dan tuntutan umat," kata Maruf.

Ini kali ketiga peluncuran Bank Wakaf yang diresmikan langsung Presiden Jokowi. Sebelumnya, mantan Gubernur DKI Jakarta ini meresmikan Bank Wakaf KHAS Kempek di Cirebon dan Bank Wakaf Mikro Al Fithrah Wava Mandiri di Surabaya. Hingga awal Maret 2017, 20 Bank Wakaf Mikro di sejumlah daerah Indonesia telah menyalurkan Rp2,45 miliar kepada 2.784 nasabah dalam 568 kelompok usaha. 0 cIO