Kamis, 15 Maret 2018

Budi Waseso: Nangkap Artis Terjerat Narkoba Bukan Naikkan Citra

Ist.
Beritabatavia.com - Banyaknya artis tertangkap dalam kasus narkoba, bukan merupakan upaya Badan Narkotika Nasional (BNN) maupun Kepolisian untuk menaikkan citra bahwa mereka telah bekerja mengungkap kasus narkoba. Namun tujuan utamanya guna memutuskan mata rantai jaringan narkoba yang melingkupi dunia artis.

"Karena kebetulan artis yang terjerumus masalah narkotika, beritanya jadi meriah. Para Artis yang terjerat narkoba itu korban kok," ungkap Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Budi Waseso di Jakarta, Rabu (14/3).

Dilanjutkan, pemerintah belum serius menangani kasus narkoba. Dicontohkan belum ada program-program yang di berbagai kementerian untuk melawan narkoba. Semangat antinarkoba juga tak masuk di kurikulum sekolah-sekolah.

“Seharusnya tiap-tiap kementerian terkait itu punya program tentang bahaya narkoba. Depkes, misalnya, mengkapanyekan bahayanya Narkoba, lalu Kemendiknas juga harus punya program di sekolah-sekolah. Kemenpora juga punya. Semua harus punya.“

Sampai hari ini, sambung jenderal polisi bintang tiga, Indonesia  belum ada ketegasan, lips service aja. "Tapi dibilang perang, semetara pembantu-pembantu presiden juga acuh tak acuh. Padahal, ini masalah bangsa dan negara, bukan BNN, polisi doang tapi anak bangsa yang jadi korban, termasuk artis kita," tegasnya serius.

Dijelaskan, Indonesia termasuk pangsa pasar terbaik narkoba di dunia. Indonesia juga, menjadi laboratorium percobaan untuk kartel-kartel narkoba. Sekitar 40% dari pasar Narkoba di dunia itu, ada di Indonesia dengan nilai transaski mencapai Rp250 triliun.

Diungkapkan, bagaimana daruratnya persoalan narkoba di Indonesia. Kekuatan jaringan narkoba, bukan hanya di kota-kota besar, namun narkoba juga sudah masuk ke berbagai pelosok daerah di Indonesia. Dari segi umur, jaringan narkoba bukan hanya menyasar ke orang dewasa. Mereka pun menargetkan anak-anak TK menjadi sasarannya.

Para bocah itu, ungkap dia, tidak mengerti ketika mereka sedang diracuni narkoba, yang telah disisipkan lewat warung-warung di sekitarnya. "Beli teh ditaruh di plastik, dikasih ekstasi dalam jumlah kecil, besok-besok ketagihan, gak beli di warung lain, tapi di warung itu, dia addict, ini fakta bukan main-main," ungkap Buwas.

Mantan Kabareskrim Polri setuju pengedar dan bandar narkoba di Indonesia ditembak mati. Semua pihak yang terlibat narkoba harus ditindak tegas, termasuk jika oknum anggota BNN, TNI dan Polri terlibat. "Dibedil aja, selesai. Karena  itu pengkhianatan ke negara itu, Kalau ada anggota TNI, Polri, BNN yang terlibat langsung tembak," tegasnya.

Roy Marten mengatakan dari pengalamannya selama ini peredaran Narkoba bisa terjadi dimana saja. Bahkan di lembaga Pemasyarakatan pun ada. “Sudah jadi cerita umum kalau di Lapas juga tersedia, Saya tahu persis karena saya pernah ada didalmnya, “ kata Roy yang mengaku sudah tobat. 0 KAY