Sabtu, 24 Maret 2018

Kebijakan Baru Pentagon: Transgender Diharamkan Masuk Militer

Ist.
Beritabatavia.com -
Gedung Putih dan Pentagon pada Jumat (23/3/2018) waktu setempat,  mengumumkan kebijakan baru tentang pelarangan dan pembatasan transgender dalam militer. Kebijakan ini diputuskan, setelah banyaknya pertimbangan dan pertarungan dengan pengadilan yang sempat memutuskan bahwa larangan tersebut sangat diskriminatif.

Dilansir USA Today, Sabtu (24/03/2018), pada Agustus 2017, Menteri Pertahanan Sent Trump mengirim Jim Mattis memo yang memerintahkannya untuk mengusulkan perubahan pada kebijakan era Obama. Kebijakan yang dimaksud adalah mengenai pasukan transgender dalam militer yang menerima perawatan medis, termasuk operasi penggantian kelamin.

Tapi Trump membatalkan direktif itu pada hari Jumat.”Dengan ini saya mencabut memorandum saya 25 Agustus 2017,” tulis Trump dalam sebuah memorandum. “Menteri Pertahanan, dan Sekretaris Keamanan Dalam Negeri, dapat menjalankan wewenang mereka atas dinas militer oleh para transgender.”

Keputusan ini langsung mendapat berbagai kecaman dan perlawanan. “Memorandum terbaru ini sama pengecutnya, menjijikkan ban presiden musim panas lalu,” kata Nancy Pelosi pemimpin organisasi Rumah Kaum Minoritas. “Tidak seorang pun dengan kekuatan dan keberanian untuk melayani di militer AS harus ditolak karena siapa mereka,” sambungnya.

Xavier Becerra, jaksa agung untuk California, mengatakan negaranya akan melawan kebijakan tersebut. “California akan mengambil setiap langkah yang tersedia untuk mencegah tindakan diskriminatif (Trump) yang merugikan atau meminggirkan anggota layanan transgender – atau transgender lain Amerika yang ingin berani membela negara kita,” Becerra men-tweet. 0 DAY

 

Berita Terpopuler