Minggu, 25 Maret 2018

Hati-hati, Banyak Lubang di Kolong Tol JORR

Ist.
Beritabatavia.com -
Banyak lubang, jalan bergelombang dan rusak parah membuat pengendara motor roda dua diminta berhati-hati saat melintasi Jalan Raya Jatiasih, tepatnya di bawah jembatan tol JORR Jatiasih.  Mengingat di jalan itu, kondisinya sangat berbahaya khususnya bagi pengendara sepeda motor , karena aspal di jalan tersebut banyak yang terkelupas dan menyebabkan jalanan bolong di beberapa titik.

Kerusakan aspal di jalan ini ada di dua titik. Titik pertama berada persis di depan taman di bawah jembatan untuk jalur arah pondok gede. Lalu titik kedua di arah sebaliknya atau pas di putaran balik untuk jalur arah Jatiasih.

Jika saat hujan turun, maka akan menyebabkan genangan pada aspal berlubang tersebut. Memang jika untuk pengemudi mobil hanya merasakan goyang sedikit pada mobilnya saat melewati jalan tersebut.

Tetapi untuk pengendara sepeda motor ketika melalui jalur yang rusak ini bisa menyebabkan kehilangan keseimbangan atau bahkan bisa merusak komponen motor.

Ditemui tepat di bawah jembatan tol, Bang Jaya sapaan akrabnya, yang merupakan pengemudi ojek pangkalan di daerah Komsen Jatiasih ini mengatakan bahwa sebenarnya jalan tersebut diaspal belum lama ini, bersamaan dengan dibangunnya taman unik yang berada di bawah jembatan.

“Kira-kira dua atau tiga bulan yang lalu lah. Taman ini juga masih baru. Aspalnya malah rusak, tapi coran yang lama masih bagus. Ini sebenernya rusaknya pas begitu diaspal ulang. Begitu baru dua atau tiga hari begitu hujan langsung rusak,” Kata Jaya.

Pria yang mengaku sudah menjadi pengojek sejak belum adanya tol JORR ini menyatakan bahwa kualitas aspal kurang bagus, dan ia mengharapkan untuk ke depannya jika ingin dibenahi maka kualitas aspal pun harus bagus juga.

“Di belokan ini kayanya kualitas aspalnya kurang bagus. Ini kan kondisinya persis belokan, jadi kan aspalnya kemakan sama ban. Udah gitu kendaraannya berat-berat kaya bus, truk semen, truk sampah. Ini udah diaspal ulang lagi, ditambal lagi. Sekitar satu bulanan, ketimpa hujan rusak lagi. Saya liatin kayanya kualitasnya emang kurang bagus,” jelasnya.

“Kalau misalnya mau diaspal mah kita pengennya kualitas yang bagus dah. Soalnya di sini banyak yang jatuh dari motor, hampir tiap hari kita mungutin orang jatuh,” tambahnya.

Jaya juga berujar jika setelah hujan deras aspal di jalan tersebut akan mengelupas dan akan menjadi batu-batu kecil yang membuat jalanan licin. Ia pun bersama rekan sesama pengojek sering mengumpulkan batu-batu kecil aspal itu untuk disingkirkan agar mengurangi kecelakaan.

Jaya juga membeberkan mengenai titik rawan kecelakaan di antara dua jalur yang terdapat kerusakan aspal tersebut. “Kalau sebelah sana (depan taman) saya perhatiin jarang (kecelakaan). Paling banyak di sini. Karena di belokan sini ke kiri untuk ke arah cikunir, jadi serba bingung nih. Kadang ada yang mau ke kiri ngambilnya dari kanan, sedangkan yang mau ke kanan malah ngambil dari kiri. Nah itu pada beradu,” tandasnya.

Ia pun menginformasikan jika kecelakaan lebih sering terjadi saat kondisi jalan kering atau tidak hujan. “Justru kalau hujan gini engga licin. Kalau pas kering kan aspal krikilnya pada muncul nih jadi licin, dan alhamdulillah dari dulu kecelakaan ga ada yang parah. Paling lecet-lecet doang sih.” pungkasnya. 0 PKO



Berita Terpopuler