Minggu, 25 Maret 2018

Premium Menghilang Harga Pertalite Melayang

Ist.
Beritabatavia.com -
Persediaan Premium  mulai langka di beberapa SPBU di Jakarta. Sejumlah SPBU di Jakarta malah tak lagi menyediakan bahan bakar jenis itu. Hal ini seperti yang terjadi di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Dua SPBU di kawasan ini terpantau tidak lagi menjajakan Premium. Keduanya, saat ini terlihat hanya menjual Pertalite hingga bahan bakar dari keluarga Pertamax.

Seorang tenaga penjual mengaku tidak mengetahui pasti mengapa tempatnya kini sudah tidak lagi menjual Premium. Menurut dia, sudah sangat lama SPBUnya tak lagi menjual Premium. "Aduh kayanya sudah ada dua tahun tidak menjual Premium. Tapi saya tidak tahu juga kenapa ya," kata dia saat ditemui di Jakarta, Minggu (25/3).

Sementara SPBU di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan terpantau masih menjual Premium. Namun SPBU itu tidak terang-terangan menjualnya. Itu diketahui dari hilangnya nama Premium dalam daftar jualan SPBU tersebut.

Belum diketahui apa alasan para pemilik SPBU perlahan mulai menghilangkan Premium sebagai dagangannya. Saat dikonfirmasi, para tenaga penjual mengaku tidak tahu. "Aduh kalau soal itu saya tidak tahu. Coba tanya ke manager, tapi sekarang tidak masuk," lanjutnya.

Premium sendiri sebetulnya bukan tidak memiliki peminat. Dari yang terlihat, masih banyak para pengendara yang memilih antre untuk memperoleh Premium. Terlebih bahan bakar yang berada satu tingkat di atas Premium, yakni Pertalite harganya semakin mahal.

Mulai Sabtu (24/6), Pertamina kembali menaikan harga Pertalite menjadi Rp7.800 atau naik sebesar Rp200. Itu adalah kenaikan yang kedua harga Pertalite di sepanjang tahun ini.

Sementara Premium tentu memiliki harga lebih murah, yaitu Rp6.550. Dengan selisih harga keduanya, tentunya bagi masyarakat dengan kalangan menengah ke bawah pasti masih banyak yang membutuhkan Premium.

Saat dimintai tanggapan mengenai hal itu Manager Communication & CSR Pertamina Jawa Bagian Barat Dian Hapsari Firasati mengaku pihaknya tetap menyuplai premium di SPBU pada wilayahnya yaitu Jakarta, Banten dan Jawa Barat secara rutin.

Dian pun tidak terlalu menanggapi perihal kelangkaan premium yang terjadi saat ini di wilayahnya. Bagi dia, suplai yang dilakukan oleh Pertamina tergantung dari permintaan SPBU. "(Soal suplai Premium) Tergantung permintaan dari SPBU," ujar dia.

Selain itu Dian menyampaikan pada tiga daerahnya persentase pengguna Premium kian menyusut. Dalam datanya, peminat premium telah turun sebesar 50 persen dari 2016 ke 2017. "Ini indikasi bahwa masyarakat mulai mencari BBM dengan kualitas lebih bagus," kata Dian.

Kini sejumlah pembeli juga mengeluhkan mulai kesulitan menemukan bahan bakar jenis premium di sejumlah pompa bensin di Jakarta.  0 CIO