Minggu, 01 April 2018

Penjara Venezuela Rusuh, Lima Perwira Polisi Diringkus

Ist.
Beritabatavia.com - Pemerintah Venezuela menangkap lima perwira kepolisian negara atas dugaan peran mereka dalam kerusuhan dan kebakaran yang membunuh 68 orang di sel kantor polisi yang penuh sesak.

"Kantor jaksa penuntut telah mengeluarkan surat perintah penahanan bagi lima perwira PoliCarabobo yang telah bertanggung jawab atas insiden tragis yang menyebabkan kematian 68 warga di sel-sel markas kepolisian regional: Mereka Telah ditahan #keadilan," tulis Jaksa Penuntut Umum Venezuela Tarek Saab melalui akun Twitter pada Sabtu (31/3) waktu setempat.

Saab, Mantan Gubernur Partai Sosialis yang dekat dengan Presiden Nicolas Maduro itu tidak menjelaskan lebih rinci mengenai penyebab insiden tersebut. Hal yang pasti, ini merupakan insiden terburuk yang menimpa penjara-penjara Venezuela. Seperti diketahui, penjara di Venezuela terkenal sering terjadi kerusuhan dalam lebih dari dua dekade.

Dikutip dari Reuters, Minggu (01/04) kerabat narapidana yang meninggal dan satu narapidana yang selamat mengatakan terjadi baku tembak dengan polisi di dalam penjara di Valencia, ibu kota negara bagian Carabobo pada Rabu pagi (28/3).

Seorang janda narapidana mengungkapkan para petugas penjara telah menyirami kawasan itu dengan bahan bakar yang mengakibatkan kebakaran menimpa sel-sel kecil.

Sejauh ini belum ada komentar dari kepolisian negara bagian Carabobo. Di sisi lain, oposisi pemerintah Venezuela menyalahkan tragedi kepada pemerintahan Maduro.

Menurut mereka, peristiwa ini merupakan bukti ketidakmampuan Maduro mereformasi penjara-penjara Venezuela menjadi tak berhukum, tempat para narapidaana memamerkan senjata-senjata dan melakukan kejahatan dari dalam sel.

"Situasi di pusat-pusat penahanan dan sel-sel penjara di Venezuela tak dapat diterima," kata Miguel Pizzaro, anggota parlemen dari oposisi seperti dikutip Reuters, Minggu (1/4).

Para politisi oposisi juga mengkritik pemerintah karena tak segera mengambil sikap atas kejadian tersebut. Pemerintahan Maduro hanya mengeluarkan sebuah pernyataan Jumat malam yang menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga korban. Namun Presiden belum berbicara tentang kematian tersebut di depan publik.

Maduro, pemimpin serikat pekerja yang tak lagi populer itu berusaha untuk dipilih kembali dalam pemilihan presiden pada Mei, meski diboikot oposisi. Dengan menggunakan sumber daya negara, ia diperkirakan menang dalam pemilihan untuk masa enam tahun.

Acara televisi milik negara fokus menayangkan gambar-gambar warga Venezuela di pantai selama libur Paskah, sementara para menteri Maduro juga diam dan tak mengeluarkan suara atas insiden Valencia.

Namun, Delcy Rodrigues, Presiden Pengawas Legislatif pro-Pemerintah yang dikenal sebagai Majelis Konstituante, membalas kritik terhadap penanganan pemerintah atas kebakaran penjara. "Kami menolak pemanfaatan rasa sakit rakyat Venezuela sebagai alat politik," ungkap Rodriguez dalam cuitan di laman Twitter-nya. 0 REU




Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Selasa, 20 November 2018
Senin, 19 November 2018
Jumat, 16 November 2018
Kamis, 15 November 2018
Selasa, 13 November 2018
Senin, 12 November 2018
Minggu, 11 November 2018
Sabtu, 10 November 2018
Jumat, 09 November 2018
Kamis, 08 November 2018
Selasa, 06 November 2018
Senin, 05 November 2018