Senin, 02 April 2018

Ketua MUI: Prabowo itu Cuma Lempar Isu Tak Jelas

Ist.
Beritabatavia.com - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin meminta Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk langsung menyebut nama-nama elite negara yang dianggap membohongi publik. Jika Prabowo hanya menyebut inisial atau perumpanaan saja, Prabowo dinilai hanya dianggap melempar isu yang tidak jelas.

Dilanjutkan, dengan adanya pernyataan yang simpang siur mengenai oknum yang membohongi publik, maka masyarakat nantinya hanya akan mendapat informasi samar. Probowo diminta tidak asal melempar pernyataan ketika apa yang disampaikan tidak berdasar. "Tunjuk nama, tunjuk hidung saja," kata ungkap kyai asal NU di Istana Negara, Senin (2/4).

Sebagai seorang politikus, sambung dia, Prabowo seharusnya tidak asal berucap. Apa yang dilayangkan Prabowo mesti bisa dilaksanakan dan dikerjakan, tidak hanya berkata setengah-setengah. Termasuk, dalam pernyataan yang baru-baru ini dilayangkan sebaiknya tidak hanya sekedar membuat kegaduhan. "Iya kira-kira begitu, konsepnya mana pendapatnya mana dalam memajukan itu," ujarnya.

Kemarin, Prabowo Subianto kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial. Setelah sebelumnya sempat mengatakan Indonesia bubar pada 2030, kini Prabowo menyebut sebagian elite di Jakarta penipu, goblok, dan bermental maling.

Pernyataan tersebut muncul pada saat Prabowo berpidato di gedung serbaguna di Istana Kana, Cikampek, Jawa Barat, Sabtu (31/3). Kritik keras Prabowo terhadap pemerintahan saat ini juga kembali disampaikan saat dia menjadi juru kampanye pasangan cagub-cawagub Jawa Barat, Sudrajat-Syaikhu, di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Ahad (1/4).

Dalam orasi di hadapan ribuan kader dan simpatisan Partai Gerinda, Prabowo mengatakan, sangat menolak sistem ekonomi neoliberal. Gerindra dalam manifestonya sejak partai dibentuk tegas menolak sistem Neolib karena meningkatkan kesenjangan pendapatan, ujar Prabowo.

Prabowo menyinggung soal utang luar negeri dan kekayaan alam. Kekayaan alam sebagian besar justru dibawa ke luar negeri. Oleh karena itu, kata dia, perlu ada pergantian sistem ekonomi yang berpihak kepada rakyat.

Ia kembali menyinggung elite yang kerap merugikan bangsa dan negara. "Apa arti elite? Elite artinya unsur-unsur pimpinan, lapisan pimpinan orang yang paling terdidik di bangsa itu. Dan saya akui saya bagian dari elite tentara. Karena saya sampai pangkat jendral," ungkap Prabowo. 0 REO