Senin, 02 April 2018

Baku Tembak Militer-Militan Khashir, Puluhan Orang Tewas

Ist.
Beritabatavia.com -
Pasukan keamanan India menewaskan sedikitnya tiga warga sipil dan melukai sekitar 70 orang di Kashmir yang tengah bergejolak pada Minggu (1/4/2018) ketika ratusan orang berusaha mencegah mereka melakukan operasi terhadap orang yang diduga militan, polisi dan penduduk sekitar mengatakan dalam sebuah pernyataan.

"Setidaknya 17 orang lainnya, termasuk 13 orang yang diduga militan, tewas dalam baku tembak di Kashmir selatan," ungkap para pejabat polisi, yang notabene merupakan kekerasan terburuk di kawasan itu tahun ini, sebagaimana dikutio dari Reuters, Senin (2/4/2018).

Ketika ratusan orang keluar di jalan-jalan desa Kachdoora di distrik Shopian untuk mencoba menghentikan tembak-menembak antara militan dan pasukan keamanan, pasukan menggunakan gas air mata dan tembakan ke udara untuk membubarkan kerumunan.

Penduduk setempat mengatakan bahwa setelah protes, pasukan keamanan membatalkan operasi. Polisi mengatakan lima militan dan tiga tentara tewas dalam pertempuran itu. Separatis Muslim telah melakukan kampanye kekerasan terhadap pemerintah India sejak akhir 1980-an di Kashmir yang dikuasai oleh India. Pertempuran juga pecah di dua desa lain di wilayah itu pada hari Minggu.

S.P. Vaid, direktur jenderal kepolisian negara, mengatakan tentara menerima informasi pada Sabtu malam tentang gerilyawan yang bersembunyi di daerah dekat desa Dragad, sekitar 50 km (30 mil) selatan ibu kota Kashmir di Srinagar dan juga di distrik Shopian.

“Di Dragad, 7 mayat militan ditemukan termasuk komandan militan. Mereka tewas dalam aksi baku tembak,” tutur Vaid, seraya menambahkan bahwa pemilik rumah tempat para militan terjebak juga tewas.

"Militan lainnya tewas di desa Dialgam di distrik Anantnag, sekitar 60 km (37 mil) selatan Srinagar, sementara yang lain ditangkap hidup-hidup," imbuhnya.

Pihak berwenang telah mengarahkan sekolah-sekolah dan perguruan tinggi di Kashmir untuk tetap tutup pada hari Senin (2/4/2018) untuk mencegah terulangnya kekerasan, dan pembatasan telah diberlakukan di beberapa daerah.

Layanan kereta api ke Kashmir selatan telah ditangguhkan sebagai tindakan pencegahan, ujar seorang pejabat perkeretaapian, dan layanan internet di lima distrik juga telah diblokir. Di distrik Pulwama di Kashmir selatan, pemerintah setempat memberlakukan pembatasan terhadap pergerakan warga dan kendaraan untuk mencegah aksi kekerasan lanjutan. 0 REU