Kamis, 05 April 2018

Langgar Aturan, Kemkominfo Bekukan Sertifikat Infinix Zero 5

Ist.
Beritabatavia.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyatakan smartphone Infinix tipe X603 atau dikenal Infinix Zero 5 melanggar peraturan pemenuhan ketentuan persyaratan teknis. Anehnya, fakta di lapangan menunjukkan smartphone yang diluncurkan melalui Lazada Indonesia memiliki dukungan jaringan 4G LTE.

Melalui siaran pers NO.82/HM/KOMINFO/04/2018, berdasarkan sertifikat diterbitkan nomor 52139/SDPPI/2017 atas nama PT Bejana Nusa Agung, Infinix Zero 5 hanya mendukung jaringan 3G. "Karenanya sertifikat perangkat pesawat seluler merk INFINIX tipe X603 nomor 52139/SDPPI/2017 atas nama PT Bejana Nusa Agung dibekukan dan dinyatakan tidak berlaku," demikian keterangan rilis, Kamis (05/04/2018)

Sebagai konsekuensi pembekuan sertifikat ini, maka PT Bejana Nusa Agung harus menarik Infinix Zero 5 yang telah dipasarkan serta melaporkan hasilnya kepada Menkominfo. Ini merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat serta hasil klarifikasi dengan PT Bejana Nusa Agung berdasarkan Berita Acara Klarifikasi Perdagangan Perangkat Telekomunikasi PT Bejana Nusa Agung nomor 301/BA/KOMINFO/DJSDPPI.4/04/2018 tanggal 3 April 2018. Page 2

Infinix yang bertahun-tahun menjual produknya di Indonesia, diduga melakukan kecurangan aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dalam memasarkan perangkatnya. Hal ini pertama kali diketahui dari kicauan pengamat smartphone Herry SW melalui akun Twitternya @herrysw.

Herry mulanya mendapatkan laporan dari pengikutnya di Twitter saat membeli perangkat Infinix Zero 5 melalui jalur penjualan resmi Infinix, Lazada Indonesia, perangkat Zero 5 yang diterima merupakan buatan Tiongkok, bukan Indonesia.

Hal ini diketahui dari keterangan "Made in China" pada boks Infinix Zero 5. Karena tidak hanya mendapat satu laporan, Herry membuktikan dengan memesan smartphone Infinix Zero 5 juga melalui Lazada Indonesia. "Jadi ada beberapa laporan masuk, saya mencoba iseng beli di Lazada dan benar, yang datang adalah Made in China, tetapi di dalamnya ada kartu garansi Indonesia," kata Herry.

Menurutnya, kejadian ini terjadi sudah dua minggu lalu. "Ada dua orang lapor dapat barang Made in China, tetapi ada juga yang lapor dapat barang Made in Indonesia," tuturnya.

Secara ketentuan, sertifikasi TKDN yang diterima Infinix adalah dari skema hardware. Oleh karena itu, seharusnya perangkat Infinix Zero 5 dirakit di Indonesia, bukan langsung diimpor dari Tiongkok. "Walaupun Made in China ini hanya dua atau berapa, ini tetap salah," kata Herry.

Seharusnya, Infinix Zero 5 dirakit di mitra manufaktur Infinix PT Sat Nusapersada di Batam. Dengan demikian, termasuk boksnya juga harus bertuliskan "Made in Indonesia". 0 LEO