Kamis, 05 April 2018

Kapolda NTB Terpilih Jadi Deputi Penindakan KPK

Ist.
Beritabatavia.com - Kapolda NTB, Brigjen Firli terpilih untuk mengisi jabatan Deputi Penindakan KPK yang ditinggal Komjen Heru Winarko. Polri mengaku bangga dengan terpilihnya Brigjen Firli. "Ya pasti (bangga) dong. Ucapannya Nanti ya," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Jakarta, Kamis (5/4/2018).

Setyo mengatakan proses pelantikan Brigjen Firli sebagai Deputi Penindakan KPK akan dilaksanakan di Gedung Merah Putih KPK Jakarta, pada Jumat (5/4) siang sekitar pukul 14.00 WIB. "Pelantikannya hari Jumat, saya ucapinnya besok saja," katanya.

Sebelumnya, Brigjen Pol Firli mengaku mendapat telepon langsung dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang menyatakan bahwa dirinya terpilih oleh KPK untuk mengisi jabatan Deputi Penindakan KPK.

"Tadi malam saya diberi kabar oleh bapak Kapolri bahwa KPK sudah memilih Deputi Penindakan KPK dan yang terpilih adalah saya sendiri," ujar Kapolda NTB Brigjen Firli, Kamis (5/4).

Terpilihnya Firli dilakukan melalui proses yang ketat. Tercatat pada Maret 2018, Kepolisian dan Kejaksaan mengirimkan masing-masing calon terbaiknya ke lembaga anti rasuah. Total ada 13 orang yang diajukan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Heru.

Seleksi tahap awal dan administratif dilakukan oleh konsultan internal yang dipilih melalui proses lelang. Sementara, ketika diajukan ke pemimpinan, calon tersebut sudah menciut menjadi tinggal 3 orang.

Selain Firli, ada pula Direktur Eksekusi dan Eksaminasi Pidana Khusus Kejaksaan Agung Wisnu Baroto dan Jaksa Witono. "Tiga orang ini merupakan hasil seleksi dari pihak eksternal. Jadi, KPK menerima hasil tersebut usai dilakukan berbagai tes seperti TPA, Bahasa Inggris, kompetensi dan beberapa rangkaian seleksi administrasi," ujar juru bicara KPK, Febri Diansyah.

Berdasarkan situs KPK, Deputi bidang penindakan membawahi Direktorat Penyelidikan, Direktorat Penyidikan, Direktorat Penuntutan, Unit Kerja Koordinasi dan Supervisi dan Sekretariat Deputi Bidang Penindakan. Di dalam situs itu pula, tertulis salah satu tugas dari Deputi bidang Penindakan yakni melaksanakan penyidikan perkara tindak pidana korupsi, bekerja sama dengan kegiatan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum lainnya.

Sementara, menurut Ketua KPK, Agus Rahardjo lembaga anti rasuah belum berhasil menemukan calon untuk menggantikan Aris Budiman sebagai Direktur Penyidikan. Saat ini, prosesnya tengah diulang lantaran calon yang terpilih tidak sesuai dengan kriteria dan kualifikasi yang dicari oleh KPK. 0 day