Jumat, 06 April 2018

Presiden Jokowi Permudah Izin Impor Obat Kanker

Ist.
Beritabatavia.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pemerintah akan mempermudah izin impor obat-obatan jenis tertentu untuk pengobatan kanker.
Bahkan mempertimbangkan usul penurunan bea masuk impor obat dan peralatan untuk penanganan kanker di Tanah Air.

"Tadi masukan-masukan yang diberikan, misalnya yang berkaitan dengan regulasi untuk bea masuk obat-obatan dan peralatan, nanti akan saya tindak lanjuti," tegas Presiden Jokowi saat menerima kunjungan Keluarga Besar Yayasan Kanker Anak Indonesia di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (6/4/2018).

Masukan-masukan ini, sambung kepala negara misalnya yang berkaitan dengan regulasi biaya masuk yang berkaitan obat-obatan nanti akan saya tindaklanjuti, biar nanti Menteri Kesehatan dan Menteri Keuangan, karena ini menyangkut hal yang sangat penting untuk anak-anak kita ke depan," ujar Presiden di Istana Bogor.

Presiden berharap anak-anak pengidap kanker bisa sembuh 100 persen dan melanjutkan kehidupannya. "Kami harapkan anak-anak semuanya, tidak hanya 70 persen, tapi 100 persen bisa disembuhkan dengan baik. Karena mereka memiliki masa depan," kata Jokowi.

Pemerintah mengapresiasi Yayasan Kanker Anak Indonesia yang menjadi wadah bagi anak-anak pengidap kanker bisa menjalani perawatan. Yayasan juga mengedukasi orangtua soal bagaimana merawat anak pengidap kanker. "Saya kira yayasan seperti ini (mesti) ada di setiap provinsi karena memang kanker ini bisa menjadi salah satu penyakit yang harus kita hadapi," ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan masih ada harapan besar penyakit kanker pada anak dapat disembuhkan, asal terdeteksi sejak dini. "Tadi disampaikan Yayasan Kanker Anak Indonesia bahwa 70 persen lebih anak-anak ini ada kemungkinan masih bisa sembuh kalau ditemukan sejak dini," ucapnya.

Presiden berharap kemungkinan sembuh bisa ditingkatkan menjadi 100 persen. "Kita harapkan 100 persen dapat disembuhkan, karena mereka memiliki masa depan," paparnya.

Saat bertemu dengan anak-anak penderita kanker, Presiden meminta mereka bersemangat dan memiliki cita-cita setinggi mungkin. "Saya titip pesan, anak-anak harus punya cita-cita setinggi mungkin dan harus bersemangat," ujarnya.

Menindaklanjuti permintaan Presiden Jokowi itu, Menteri Kesehatan Nila Moeloek menuturkan, selama ini, untuk penanganan kanker memang ada obat dan peralatan yang tidak dibuat di Indonesia, sehingga harus diimpor. "Untuk kemanusiaan, memang kami usulkan bisa direndahkan atau diturunkan. Itu harus dibicarakan dengan Kemenkeu. Itu bukan cuma obat, tapi juga peralatan," katanya. 0 KAY





Berita Terpopuler