Selasa, 10 April 2018

Ditolak, Gugatan Rhoma Irama soal Partai Idaman

Ist.
Beritabatavia.com -

Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta menolak gugatan Partai Islam Damai Aman (Idaman) terhadap Komisi Pemilihan Umum. Menurut hakim, materi gugatan dan berkas bukti-bukti diajukan tetap tidak memenuhi syarat supaya KPU meloloskan mereka menjadi peserta pemilu 2019.

"Gugatan penggugat tidak terbukti dan beralasan hukum, sehingga gugatan hukum ditolak. Mengadili, menyatakan eksepsi tidak diterima dalam pokok sengketa. Menolak gugatan dalam hukum, menghukum penggugat bayar ke PTUN Rp985 ribu," kata Hakim Arief Pratomo saat membacakan amar putusan di PTUN Jakarta, Selasa (10/4).

Menurut hakim, Partai Idaman tidak menguraikan secara lengkap gugatannya. Maka dari itu, gugatan Partai Idaman dianggap tidak jelas. "Sangat berdasar pengadilan mengesampingkan gugatan penggugat," ujar Hakim Arief.

Ketua Umum Partai Idaman Rhoma Irama menyatakan mereka menggugat KPU karena tidak meloloskan partai itu sebagai salah satu peserta pemilu. Rhoma tetap membuat koalisi permanen buat mendukung pelaksanaan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden pada 2019. Sikap ini, menurut dia, menunjukkan Partai Idaman adalah partai yang dapat mewujudkan keamanan dan kedamaian.

Rhoma menilai KPU melakukan pelanggaran administrasi karena tak meloloskan Partai Idaman sebagai peserta pemilu. Padahal sesuai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 53/PUU-XV/2017, KPU sebagai penyelenggara pemilu wajib melaksanakan verifikasi terhadap seluruh partai politik peserta pemilu.

Gugatan ke PTUN diajukan ini menyusul putusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang menolak gugatan Partai Idaman. Sesuai Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, pihak yang keberatan atas putusan Bawaslu diperbolehkan untuk mengajukan tuntutan ke PTUN

Rhoma Irama meminta kepada seluruh kadernya untuk menerima seluruh keputusan sidang PTUN DKI Jakarta. Jika gugatan mereka tidak dikabulkan, Rhoma akan mengadukannya ke Tuhan. "Kalau di sini (PTUN) dibatalkan kita harus melapor ke Tuhan Yang Maha Esa," kata Rhoma di Pengadilan Tata Usaha Negara, Jakarta, Selasa (10/4).

Hari ini PTUN akan membuat putusan terhadap gugatan Partai Idaman kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU). Rhoma meminta kepada seluruh kader Partai Idaman tetap tenang menyikapi segala keputusan dibuat PTUN.

Sekitar 200 orang massa sudah memadati kompleks kantor PTUN untuk mendengar putusan ikut atau tidaknya Partai Idaman dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Pihaknya telah menyodorkan sejumlah dokumen terkait kepengurusan di tingkat provinsi dan dokumen lainya.

Alamsyah berkeyakinan PTUN bakal mengabulkan gugatan mereka. Menurut dia, bila merujuk Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, di atas kertas Partai Idaman bakal menang melawan KPU.

"Di dalam keputusan Nomor 58 itu, dia (KPU) tidak melakukan verifikasi, sedangkan undang-undang mewajibkan verifikasi, berarti bertentangan dengan undang-undang surat keputusan itu, harus dibatalkan, sudah selayaknya dibatalkan," kata Alamsyah. 0 CIO






Berita Terpopuler