Selasa, 10 April 2018

Bukan Pidana, Ritual Maut Tewaskan 3 Orang

Ist.
Beritabatavia.com -
Ritual maut menyebabkan tiga orang warga Probolinggo tewas tenggelam di Pantai Paseban, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (2/4/2018) dini hari, dinyatakan aparat kepolisian bukan kasus pidana

Ritual yang dipimpin seorang pria bernama Bindereh Kusnan ini diikuti sukarela oleh para peserta ritual. Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo sudah menggelar perkara dengan mengundang ahli pidana dan memeriksa keterangan saksi-saksi. "Hasilnya, penyidik dan ahli pidana menyimpulkan bahwa perkara ini bukan perkara pidana," katanya, Selasa (10/4/2018).

Kusnan ternyata tidak mengajak sembilan orang warga untuk melakukan ritual. Ia hanya melakukan ritual untuk Alma, salah satu warga yang sedang sakit. Namun anggota keluarga Alma banyak yang ikut dengan kesadaran sendiri.

Para korban sebelumnya sudah diingatkan agar tidak berjalan terlalu ke tengah laut selatan. Peringatan ini diabaikan dan empat orang dihantam ombak, tiga di antaranya meninggal. Mereka yang meninggal adalah Supri (57), Ahmad (22), Sunari (26). Mereka warga Dusun Kertakata Kulon, Desa Roto, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo.

Menurut Kusworo, keluarga besar tiga korban tersebut bisa menerima peristiwa itu dan tidak menuntut proses hukum. "Mereka menganggap itu musibah," katanya seperti dilansir laman Beritajatim.com.

Kusnan sendiri menyatakan kepada wartawan bahwa hanya membantu penyembuhan. "Saya tidak memungut bayaran," katanya.

Dia sering diminta tolong mengobati penyakit. Warga yang menderita stroke datang ke rumahnya di Desa Sumberpoh, Kecamatan Maron, Probolinggo. Sebagian sembuh dengan ritual dan doa. 0 BJC


Berita Lainnya
Sabtu, 24 November 2018
Rabu, 21 November 2018
Rabu, 21 November 2018
Senin, 19 November 2018
Minggu, 18 November 2018
Sabtu, 17 November 2018
Jumat, 16 November 2018
Kamis, 15 November 2018
Rabu, 14 November 2018
Selasa, 13 November 2018
Senin, 12 November 2018
Minggu, 11 November 2018