Kamis, 12 April 2018

Kena Air Panas, Garuda Indonesia Digugat Rp 1,25 M

Ist.
Beritabatavia.com -
PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) digugat penumpangnya bernama B.R.A Kosmariam Djatikusomo. Penumpang pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-264 dengan rute Bandara Soekarno Hatta-Jakarta menuju Bandara Blimbingsari-Banyuwangi.

"Iya baru saja hari ini, Rabu (11/4) didaftarkan gugatannya ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor perkara 215/PDT.G/2018/PN.JKT.PST, atas perbuatan melawan hukum yang dilakukan Garuda," kata David Tobing, kuasa hukum Kosmariam

Dijelaskan gugatan tersebut diajukan lantaran adanya insiden yang menimpa dalam penerbangan GA-264 yang terjadi pada 29 Desember 2017.
Insiden terjadi ketika pramugari Garuda sedang memberikan makanan kepada penumpang (Meal and Beverage Serving), dan menumpahkan dua gelas air panas ke tubuh Kosmariam sehingga mengakibatkannya mengalami cacat tetap.

"Kami menilai pramugari Garuda lalai, karena para pramugari yang menyediakan makanan sedang ngobrol satu sama lain, sehingga menumpahkan air panas," jelas David.

David mengategorikan cacat tetap yang dialami kliennya mengacu ketentuan Pasal 1 angka 14 Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkutan Udara.

Pasal itu disebutkan cacat tetap adalah kehilangan atau menyebabkan tidak berfungsinya adalah salah satu anggota badan atau yang mempengaruhi aktivitas secara normal seperti hilangnya tangan, kaki, atau mata, termasuk dalam pengertian cacat tetap adalah cacat mental. "Akibat insiden tersebut, kulit klien kami melepuh, dan tidak bisa kembali seperti semula. Sehingga sesuai dengan ketentuan tersebut," lanjutnya.

David juga menyayangkan tindakan Garuda yang tak kooperatif setelah kejadian, lantaran selama 1,5 bulan setelah insiden, Kosmariam tak pernah lagi dihubungi Garuda. "Ketika kejadian penanganannya juga minim, penggugat hanya diberikan salep, setelah tiba di tujuan memang langsung dibawa ke rumah sakit. Hanya saja selama 1,5 bulan pasca kejadian Garuda tak pernah menghubungi lagi," sambungnya.

Sementara dalam gugatan, Kosmariam meminta ganti rugi senilai Rp 1,25 miliar atas kerugian material, dan senilai Rp 10 miliar atas ganti rugi imaterial.

Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N Mansury menyatakan, pihaknya masih melakukan pengecekan lebih lanjut terkait gugatan tersebut. Hanya saja, ia enggan berkomentar banyak. "Kita masih pelajari, nanti kita pelajari. Hal itu karena, ini terkait kasus hukum jadi kita mesti hati-hati," katanya saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis, (12/4).

Dilanjutkan, salah satu maskapai terbesar di Indonesia ini selalu mengutamakan pelayanan terbaik ke penumpang. Bahkan, kata dia, Garuda Indonesia terpilih sebagai maskapai dengan kru kabin terbaik selama empat tahun berturut-turut.  "Jadi penumpang kita, khususnya di kabin menjadi perhatian utama kita," tegasnya. 0 ERZA