Minggu, 15 April 2018

Wakapolri Ancam Copot Kapolda Gagal Berantas Miras

Ist.
Beritabatavia.com - Masing-masing Kapolda dan jajarannya diperintahkan memberantas peredaran minuman keras jelang ramadhan. Wakapolri Komjen Syafruddin tak ingin masyarakat kembali menjadi korban karena miras oplosan. Tercatat sejak Janurai hingga pertengahan April 2018, sudah 82 orang tewas akibat miras oplosan.

"Saya ultimatum bahwa segera selesaikan. Kalau dia tidak serius ya kita ganti," tegas Syafruddin di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu, 15 April 2018.

Mereka diberi waktu menyelesaikan masalah tersebut sebelum ramadan tiba. Jenderal bintang tiga itu mengultimatum Kapolda dan Kapolres tegas dan serius mengatasi peredaran miras.

Ia tak ingin kekhusyukan dan kesucian ramadan ternoda. Segala aktivitas di bulan suci harus diisi dengan kegiatan keagamaan. "Nanti mengganggu ya orang mau beribadah terus ada isu miras, bulan ramadan isinya agama semua, isunya isinya rohani," jelas Syafruddin.

Miras oplosan kembali marak. Puluhan jiwa meninggal dunia akibat menenggak minuman keras tersebut. Polri serius menangani kasus ini karena diduga tak hanya terjadi di satu wilayah. Aparat mengkhawatirkan kasus serupa juga terjadi di berbagai daerah Indonesia.

Wakapolri juga memastikan menginvestigasi anak buahnya yang tak becus menangani peredaran miras oplosan. Wakapolri memerintahkan kasus miras oplosan selesai dalam satu bulan ke depan. "Kita akan investigasi. Kita bisa tahu bahwa ini serius tidak ya? Walaupun kejadiannya besar," tegasnya serius.

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan 82 orang menjadi korban setelah mengonsumsi minuman keras (miras) di DKI Jakarta dan Jawa Barat. Kasus ini masih menjadi perhatian khusus karena memakan banyak korban jiwa. 0 BAIM





Berita Terpopuler