Minggu, 15 April 2018

Presiden Jokowi : Kritik itu Harus Beri Solusi

Ist.
Beritabatavia.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai gencarnya kririk yang kerap dilayangkan pihak -pihak tertentu, tanpa mengantongi bukti dan memberikan solusi. " Kalau ndak ya namanya mencela dan menjelekkan. Ini yang tidak boleh dikembangkan dalam kotbah-kotbah agama, yang disampaikan adalah bagaimana kita menjaga persatuan dan kesatuan," kata Presiden Jokowi seperti dikutip dari rekaman video yang beredar di youtube, Ahad (15/4/2018)

Jokowi pun meminta seluruh pihak tak mengembangkan rasa saling curiga terhadap sesama anak bangsa, lantaran hal itu bakal berpotensi menimbulkan perpecahan. "Jangan mengembangkan prasangka yang tidak baik, jangan mengembangkan prasangka yang curiga di antara kita, kita ini kadang kadang sering tidak bisa membedakan mana yang kritik mana yang mencela," pungkasnya.

Ucapan kepala negara itu disampaikan saat menghadiri peringatan Hari Lahir ke-45 tahun Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Kota Semarang. "Kehadiran organisasi dan penggerak partai politik (parpol) di daerah merupakan hal yang sangat penting. Sebab fungsi parpol bukan hanya rekrutmen politik, fungsi parpol bukan hanya pemilihan anggota legislatif maupun eksekutif," paparnya.

Fungsi parpol, sambung dia, antara lain juga mencakup fungsi komunikasi politik, berkomunikasi dengan masyarakat, mengartikulasikan kepentingan masyarakat serta fungsi sosialisasi politik. Menyosialisasikan nilai-nilai politik yang mulia, nilai-nilai politik yang penuh dengan etika, dan penuh keadaban politik kepada masyarakat.

Sebagai partai politik berbasis Islam yang sudah berusia 45 tahun, Presiden meyakini PPP sudah berkontribusi signifikan dalam membangun keadaban politik di Indonesia. Selain menjadi penampung aspirasi umat Islam, PPP juga menjaga politik Indonesia menjadi politik yang santun, politik yang beradab dan menjunjung tinggi norma agama dan etika sosial kita.

“Saya meyakini kiprah pemimpin dan kader PPP bisa menjadi teladan masyarakat dalam berpolitik. Menjauhi dan memerangi berita bohong, hoaks, terus menumbuhkan optimisme di tengah masyarakat dan selalu memupuk kerukunan dan kesatuan di seluruh Tanah Air,” lanjutnya.

Dalam penutup sambutannya, Presiden pun mengajak PPP untuk tetap optimis dalam membangun negara sebesar Indonesia. Selain itu juga untuk mewujudkan cita-cita bersama yaitu untuk mencapai negara yang adil dan makmur, negara besar yang kuat ekonominya.

“Kita harus optimis, bahwa cobaan itu ada, ya, bahwa rintangan itu ada, ya. Kita carikan solusi. Tidak ada bangsa yang menjadi besar, menjadi kuat ekonominya, rakyatnya malas-malasan. Enggak ada rumusnya seperti itu. Semuanya pasti harus dilakukan dengan kerja keras, dengan usaha dan ikhtiar dan juga berdoa kepada Allah SWT,” ujar Kepala Negara. 0 BPMI