Kamis, 19 April 2018

Menkumham: Tingkat Hunian Lapas Overload

Ist.
Beritabatavia.com - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly mengemukakan terjadi grafik peningkatan yang sangat tajam jumlah tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) maupun Rumah Tahanan (Rutan). Akibatnya, kapasitas hunian Lapas dan Rutan saat ini sudah overload, hingga 200 persen.

"Angkanya sangat cepat ada kecepatan yang sangat tajam belakangan ini saya lihat. Jadi kalau 2 ribu per bulan masuk ke Lapas dan Rutan berarti per tahun 24 ribu," kata Yasonna di gedung Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Kamis (19/4).

Saat berbincang-bincang informal dengan Plt Dirjen Pemasyarakatan, diketahui setiap bulan ada penambahan tahanan hingga mencapai angka 2 ribu. Sebagian besar adalah tahanan untuk kasus Narkoba. Lebih lanjut, ia menyatakan berdasarkan sistem data base Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menunjukan jumlah narapidana dan tahanan yang menghuni Lapas maupun Rutan saat ini sebanyak 246.389 orang.

"Ini on going maksudnya detik per detik angka ini terus bertambah. Sementara kapasitas hunian Lapas dan Rutan se Indonesia hanya untuk menampung 123.025. Sehingga kondisi hunian Lapas dan Rutan saat ini overload dengan over kapasitas 200 persen," jelasnya.

Menurutnya, kemampuan finansial APBN juga tak mampu membangun Rutan atau Lapas baru jika jumlah tahanan terus menerus bertambah seperti ini. "Saya lihat jadi kalau 2 ribu per bulan per tahun berarti 24 ribu. Kalau kita andaikan membangun untuk 1.000 orang hunian itu berapa ratus miliar hanya untuk fisik, belum prasarananya belum manusianya. Bisa sampai berapa ratus miliar," sambungnya.

Yasonna menilai jika tren tersebut terus menerus terjadi tanpa ada suatu perubahan yang besar terkait kondisi Lapas maka dirinya memperkirakan dalam lima tahun ke depan akan terjadi "bom waktu" di Lapas. "Maka alternatif pemidanaan, paradigma baru di dalam melihat penanganan permasalahan narapidana harus betul-betul kita reformasi," tuturnya.

Masalah over kapasitas itu bukan semata-mata permasalahan angka saja. "Dengan kondisi kelebihan penghunian mengakibatkan pemenuhan hak narapidana dan tahanan pun jadi tidak optimal karena sarana dan prasarana serta sumber daya pemenuhan kebutuhan yang tidak sebanding dengan jumlah narapidana dan tahanan yang ada," kata Yasonna. 0 KAY