Rabu, 25 April 2018

Penipu Adik Kwik Kian Gie Via Telepon, Dilacak

Ist.
Beritabatavia.com - Hari Budianto Darmawan, adik mantan Menteri Koordinator Ekonomi Kwik Kian Gie menjadi korban penipuan melalui saluran telepon. Akibatnya Darmawan mengalami kerugian sebanyak Rp50 juta. hingga kini polisi masih melacak pelaku penipuan.

Hari ditipu saat dirinya sedang berada di lantai 16 Apartemen Belleza, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (23/4). "Pelaku masih dilacak, para saksi sudah dimintai keterangan, tunggu pasti terbongkar," papar Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar di Jakarta, Rabu (25/04/2018).

Kapolres melanjutkan, awalnya Hari menerima telepon dari seseorang lelaki yang tidak dikenalnya. Dalam perbincangan via telepon, pelaku  mengatakan jika Kwik Kian Gie telah dirampok. Untuk meyakinkan Hari, pelaku pun memberikan telepon tersebut kepada seseorang yang mengaku sebagai Kwik Kian Gie.

Saat berbicara dengan seseorang yang mengaku sebagai kakaknya, Hari merasa percaya karena suaranya yang sama dengan Kwik Kian Gie dan orang tersebut mengetahui nama kecil Hari.

Indra menambahkan pelaku juga melakukan pengancaman terhadap Hari. "Jika tidak dibayar akan ada pertumpahan darah maka harus transfer Rp60 juta dan baru transfer Rp50 juta," tuturnya.

Karena merasa ada yang aneh, Hari pun menghubungi anak Kwik Kian Gie dan menceritakan apa yang baru saja dialaminya usai mentransfer sebanyak Rp50 juta. Namun anak Kwik Kian Gie mengatakan jika ayahnya dalam keadaan baik-baik saja.

Indra mengatakan penyelidikan terhadap penipuan tersebut masih dilakukan hingga kini. Disinyalir aksi penipuan melalui telepon marak terjadi, dengan berbagai modus digencarkan. Korban ada yang tertipu dengan aksi itu, bahkan ada yang tidak kena tertipu. Karenanya masyarakat diminta hati-hati, waspada dengan modus aksi seperti.

Korban lainnya yang sempat kena tipu adalah Ebet warga Surabaya, yang mendapat telepon dari seorang lelaki mengaku anggota polisi narkoba dari Polres Surabaya Selatan. Pelaku mengaku menangkap adik Ebet bernama Eri. Dan meminta uang tebusan sebesar Rp 10 juta jika ingin Eri Nggak ditahan. Sebagai bukti Eri ditangkap, telepon diserahkan ke Eri dan terjadi dialog singkat.

Karena negoisasi akhirnya disepakati memberi uang Rp 3 juta, uang ditransfer ternyata Ebet sadar lalu mengontak istri Eri dan ternyata Eri tengah tidur dan tidak ditangkap polisi. Ebet sadar menjadi korban penipuan. 0 eee