Jumat, 27 April 2018

Operasi Koq Kucing-Kucingan

Ist.
Beritabatavia.com - Selain operasi Ketupat sekarang Ramadniya yang biasanya digelar pada H-7 sampai H+7 hari Raya Idul Fitri dan operasi Lilin yang dilaksanakan pada H-3 hari Natal dan H+1 Tahun Baru.

Korps Lalu Lintas Polri  juga secara rutin menggelar sejumlah operasi lainnya. Seperti operasi Simpatik yang sifatnya peneguran dan kalau tertib dapat hadiah, digelar selama 21 hari dan dilaksanakan biasanya pada pertengahan tahun.
 
Kemudian operasi Zebra yang juga bersifat peneguran dan penindakan terhadap pelanggar yang potensi mengancam keselamatan. Pelaksanaan berlangsung selama dua pekan dan biasanya diselenggarakan pada bulan Nopember hingga Desember.
Selanjutnya Operasi Patuh sifatnya penindakan atau tilang yang secara resmi dan serentak digelar pada Kamis 26 April hingga 9 Mei 2018.

Pertanyaannya, selain Operasi Ramadniya dan Operasi Lilin, apakah operasi Zebra, Simpatik dan Patuh yang dilaksanakan secara rutin, efektif untuk meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas masyarakat dan mewujudkan keamanan ,keselamatan,ketertiban,kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas)?
 
Sejatinya, sebuah operasi merupakan bagian akhir dari rangkaian upaya yang dilakukan untuk mencegah maupun menyelesaikan  permasalahan. Biasanya, pelaksanaan operasi diawali dengan perkiraan keadaan (kirka) adanya potensi gangguan kamtibmas yang berdampak luas. Sehingga perlu dilakukan operasi yang melibatkan jumlah personil lebih banyak. Selain membutuhkan anggaran tambahan , operasi juga menetapkan target atau sasaran. Karena, operasi bukan kegiatan rutinitas yang terjadwal secara priodik.

Sebuah operasi harus didukung dengan persiapan yang matang, terorganisir, fokus dan menimbulkan efek yang konfrehensif sesuai dengan rencana yang telah ditentukan. Seyogianya, sebuah operasi menjadi solusi efektif dalam mencegah dan menyelesaikan berbagai masalah.

Sementara, diawal pelaksanaan operasi, pihak kepolisian melakukan sosialisasi agar masyarakat mengetahui. Kemudian pada akhir operasi, dilanjutkan dengan penjelasan jumlah pelanggar yang ditindak serta jenis pelanggaran maupun wilayah penindakan yang terbanyak terjadi pelanggaran. Sayangnya, penjelasan tidak disertai hasil evaluasi atas pelaksanaan operasi.Kecuali, kepolisian akan tetap menggelar operasi lainnya secara rutin.

Meskipun faktanya, operasi lalu lintas yang lebih dikenal razia hanya menjadi momok menakutkan bagi masyarakat khususnya pengendara. Bahkan, ibarat pepatah lawas, anjing menggongong kafilah berlalu, begitulah respon terhadap pelaksanaan operasi. Kagak ngaruh atau gak ngepek, kemacetan, kesemrautan dan pelanggaran aturan terus dan terus serta terus terjadi.  Lucunya, pada saat operasi digelarpun, pelanggaran lalu lintas menjadi peristiwa yang lumrah dan biasa terjadi di hampir seluruh ruas jalan khususnya di wilayah Ibukota Jakarta dan sekitarnya. Disusul kelucuan lainnya, seperti terjadinya kucing-kucingan antara pengendara dengan polisi yang menggelar operasi.
 
Artinya, operasi yang digelar secara rutin oleh Korps Lalu Lintas Polri,belum menjadi solusi efektif. Karena tidak menimbulkan efek jera yang dapat meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas masyarakat. Sebaliknya, operasi dinilai baik hanya oleh pengendara yang selalu taat dan patuh pada peraturan dan ketentuan lalu lintas.

Kalau operasi Zebra, Simpatik, dan Patuh, tidak berdampak signifikan terhadap upaya meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas masyarakat. Lalu apa urgensinya sehingga Polri terus melakukan operasi ? Semoga Polri memberikan waktu untuk menjawabnya.
 
Sesungguhnya penegakan hukum sangat penting dalam upaya membangun dan meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas masyarakat. Jika dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen oleh petugas dilapangan. Penegakan hukum bukan hanya saat menggelar operasi. Apalagi, penegakan hukum adalah bagian dari tufoksi setiap anggota Polri, termasuk Polantas yang bertugas di lapangan. Akan lebih efektif, bila penegakan hukum  diawali upaya edukasi dan pengawasan yang menggunakan teknologi atau berbasis internet, khususnya di wilayah ibukota Jakarta dan sekitarnya.

Maka, sudah saatnya Polri mengevaluasi kebijakan pelaksanaan sejumlah operasi seperti Simpatik,Zebra dan operasi Patuh. Sehingga operasi –operasi tersebut tidak dituding hanya alasan untuk menggunakan anggaran dengan kegiatan yang kurang efektif.  Membangun kebersamaan dan kesepakatan antara Polri dengan masyarakat akan menjadi derap langkah menuju arah yang sama yaitu mewujudkan Kamseltibcarlantas. O Edison Siahaan/ Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW).

Berita Terpopuler
Kamis, 18 Oktober 2018
Berita Lainnya
Senin, 06 Agustus 2018
Jumat, 20 Juli 2018
Senin, 16 Juli 2018
Kamis, 12 Juli 2018
Selasa, 10 Juli 2018
Minggu, 08 Juli 2018
Kamis, 05 Juli 2018
Minggu, 01 Juli 2018
Minggu, 10 Juni 2018
Sabtu, 09 Juni 2018
Rabu, 06 Juni 2018
Minggu, 03 Juni 2018