Kamis, 03 Mei 2018

Sultan Brunei Tertarik Beli Alusista Produk Indonesia

Ist.
Beritabatavia.com - Sultan Brunei Hassanal Bolkiah mengaku tertarik membeli alat sistem utama pertahanan (alutsista) buatan PT Pindad. Ketertarikan disampaikan Sultan Brunei saat bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Kamis (3/5). Hanya saja, ia tidak menyebut alat tempur spesifik yang diminati Brunei Darussalam.

"Makanya nanti beliau (Sultan Brunei) akan memantau pameran di Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang memamerkan produksi PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, dan PT PAL," kata Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari kepada wartawan di Istana Bogor, Kamis (3/5).

Menlu Retno mendampingi Presiden Jokowi bertemu Sultan Brunei menyatakan dalam pertemuan Brunei Darussalam dan Indonesia juga sepakat memperbaiki hubungan perdagangan yang saat ini nilainya tengah menyusut. Perbaikan dilakukan dengan mencari bidang investasi baru, di mana hasil produksinya bisa memperbaiki neraca perdagangan kedua negara.

Menlu RI menyatakan selama ini nilai perdagangan kedua negara sedang lesu lantaran harga minyak, yang merupakan komoditas utama, Brunei Darussalam juga tengah anjlok. Sehingga Sultan Brunei Hassanal Bolkiah berharap agar kedua negara bisa menggali potensi investasi yang sedianya bisa dilakukan kedua negara.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai perdagangan kedua negara tahun 2017 tercatat US$107,07 juta atau turun 39,29 persen dibanding tahun 2016 sebesar US$176,39 juta. Pelemahan ini jauh lebih dalam lagi jika dibandingkan tahun 2015, di mana nilai perdagangan antar kedua negara mencapai US$222,66 juta.

"Mereka sebelumnya banyak mengekspor minyak ke Indonesia. Tapi karena harga minyak yang turun otomatis maka nilai perdagangan turun. Kami perlu mencari jalan agar perdagangan ditingkatkan dengan menggali bidang perdagangan dan investasi apa yang dilakukan kedua negara," jelas Retno.

Menurut Menlu RI, beberapa kerja sama investasi yang mungkin akan dijajaki di kemudian hari antara Brunei dan Indonesia adalah perkapalan dan pelabuhan serta pengembangan bersama dua varietas padi hibrida yakni sembada B9 dan sembada 188. "Namun memang secara investasi tidak disinggung ihwal komitmen angka," kata Menlu Retno.

Data Kementerian Perdagangan menunjukkan, neraca perdagangan antara Indonesia dan Brunei Darussalam selalu mencatat surplus. Pada 2017, Indonesia mencatat surplus perdagangan dengan Brunei Darussalam sebesar US$22,03 juta atau meningkat signifikan dari tahun sebelumnya US$940 ribu. 0 ERZ