Jumat, 11 Mei 2018

Aksi 115 Berbau Politik, Waketum FPI Sebut 2019 Ganti Presiden

Ist.
Beritabatavia.com - Wakil Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Jafar Shodik menyebut-nyebut gerakan 2019 Ganti Presiden di depan ratusan ribu masaa aksi 115 Pembebasan Baitul Maqdis. Hal itu dia sampaikan lewat pantun di dalam pidatonya di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Jumat (11/5).

"Ibu-ibu pake konde, ikan sarden ada cacingnya. Maka jangan ngomong dua periode, 2019 ganti presidennya," kata Jafar.

Kata-kata Jafar disambut pekikan takbir ratusan ribu peserta Aksi Pembebasan Baitul Maqdis. "Allahuakbar, Allahuakbar," pekik peserta aksi sambil mengepalkan tangannya ke langit.

Padahal, Ketua GNPF Ulama Bachtiar Nasir menghimbau Peserta aksi 115 untuk tidak  membawa-bawa kepentingan politik dalam aksi Pembebasan Baitul  Maqdis.  Ia meminta kepada peserta aksi hanya membawa bendera Palestina dan bendera Indonesia pada aksi yang dilaksanakan di depan kedutaan besar Amerika Serikat, Jakarta, Jumat (11/5).

"Saudara-saudara tidak boleh ada kepentingan politik praktis sesaat, siap?," Kata Bachtiar seusai salat subuh berjamaah di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Aksi 115 ini digelar utuk mengecam klaim Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Klaim ini diakui oleh Amerika Serikat yang kemudian memindahkan kedutaan besarnya di Israel dari semula di Tel Aviv ke Yerusalem.

Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis memantau langsung aksi 115. Dia menuturkan ada 35 ribu personel gabungan dari unsur kepolisian dan TNI diterjunkan guna mengamankan aksi tersebut. "Kita di-backup penuh dengan jajaran Kodam Jaya dan Mabes Polri, Brimob Nusantara beserta Polda Metro Jaya," kata Idham di lokasi.

Dia berharap para peserta aksi ikut membantu aparat menjaga keamanan sehingga semuanya berjalan secara kondusif. "Saya mengimbau marilah melakukan aksi dengan baik, santun, dan sampaikan aspirasi dengan baik supaya situasi di Jakarta ini kondusif. Siapa lagi yang menjaga Jakarta kalau bukan masyarakat sendiri," pungkasnya. 0 day