Selasa, 15 Mei 2018

BPOM Gerebek Pabrik Kosmetika Palsu di Tambora

Ist.
Beritabatavia.com -
Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) berhasil melakukan penggerebekan kosmetik palsu di daerah Tambora, Jakarta Barat (Jakbar). Penggrebekan itu dilakukan di sebuah bangunan tertutup 3 lantai di Jl. Pengukiran Kecamatan Tambora Jakarta Barat. Dalam penggrebekan, BPOM didampingi juga oleh Biro Korwas PPNS Bareskrim Mabes POLRI.

Bangunan itu, digerebek karena disinyalir menjadi tempat produksi kosmetik tanpa izin edar/ilegal termasuk palsu dan diduga kuat mengandung bahan yang dilarang digunakan dalam kosmetik.

Penggerebekan ini merupakan yang terbesar dilakukan BPOM pada tahun 2018. “Tepatnya 21 item atau 39.389 pieces produk jadi kosmetik ilegal ditemukan dalam penggerebekan Jumat lalu tersebut. Sebagian besar merupakan kosmetik yang biasa digunakan untuk perawatan wajah,” ungkap Kepala BPOM RI Penny K. Lukito saat meninjau TKP Selasa (15/05/2018).

Di samping itu, lanjut dia, PPNS BPOM RI juga menemukan 7 jenis alat produksi sederhana diantaranya berupa panci aluminium, teko stainless steel, kompor gas dan mesin perekat hologram dan 3 jenis bahan bulk cream kosmetik (berwarna putih, kuning dan orange sebanyak 34 ember plastik @25kg serta berbagai kemasan primer berupa pot plastik dan kemasan sekunder,” lanjutnya.

"Hari ini kita temui tempat produksinya yang ilegal. Biasanya didistribusikan ke pasar-pasar dan klinik-klinik kecantikan," lanjut Penny.

Dari TKP ditemukan berbagai jenis kosmetik ilegal yang banyak ditemukan di peredaran, antara lain Cream Natural 99, Cream Temulawak, Kelly Pearl Cream, Dokter White, SP Whitening and Anti Acne, Quine Pearl Cream, Citra Day Cream, Citra Night Cream, serta La Widya Temulawak. Nilai yang kosmetik yang diamankan sebesar Rp15 miliar.

Pelaku pemilik tempat produksi berinisial AN alias NK telah diamankan oleh pihak kepolisian. Pabrik ini diperkirakan telah beroperasi sekitar 6 bulan lalu. 0 LEO