Sabtu, 19 Mei 2018

Diisukan Kelompok Radikal, PT GO-JEK Indonesia Lapor Polisi

Ist.
Beritabatavia.com -
PT GO-JEK Indonesia membuat laporan ke Mapolda Metro Jaya. Pelaporan ini terkait pesan berantai mengaitkan jasa ojek online ini, dengan kelompok radikal. Laporan resmi tertuang dengan nomor LP/2662/V/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus Polda Metro Jaya. Kini polisi masih melakukan pengusutan otak pelaku penyebar berita hoax.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Argo Yuwono, membenarkan laporan PT GO-JEK Indonesia pada Rabu (16/5) lalu atas dugaan pencemaran nama baik. "Laporan sudah masuk tanggal 16 kemarin, kita masih dalam penyelidikan. Kita tunggu saja," kata Argo.

Pelaporan itu, sambung dia, dibuat PT GO-JEK Indonesia karena tuduhan tersebut dianggap telah mencoreng nama baik perusahaan milik Nadiem Makarim tersebut. "Tentunya yang bersangkutan merasa dirugikan dengan adanya informasi di medsos itu," katanya.

Dilanjutkan, terkait laporan tersebut polisi masih menelusuri otak yang menyebarkan berita bohong alias hoaks tersebut. "Masih penyelidikan," tegas Argo.

Sementara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mendukung langkah Go-Jek untuk melaporkan kabar bohong ke Polda Metro Jaya. Ini merupakan salah satu upaya pemberantasan hoaks. "Kami mendukung, semoga pelaku penyebar berita hoax ditangkap" ujar Menteri Kominfo Rudiantara dalam keterangan resmi, Sabtu (19/05/2018).

Menurutnya, menyebarkan kabar bohong yang meresahkan masyarakat melalui medsos adalah tindakan kriminal. Tindakan itu juga bertentangan dengan UU-ITE. "Dengan selesainya program re-registrasi prabayar, diharapkan lebih memudahkan penegak hukum untuk mencari penyebar hoaks ini," jelas Rudiantara.

Seperti diketahui, belum lama ini beredar hoaks yang menyebut ISIS telah menyusupi Go-Jek. Anggota ISIS menyamar sebagai pengemudi untuk meracuni makanan yang diantar. 0 day
Berita Terpopuler
Rabu, 20 Juni 2018