Selasa, 22 Mei 2018

Sepeda Motor Jadi Angkutan Umum, Waraskah ?

Ist.
Beritabatavia.com - Sepeda motor dalam transportasi sering dianggap praktis, ekonomis, fleksibel dan berbagai hal keunggulan lainnya. Namun di balik semua itu dari segi keselamatan amatlah rentan.

Berapa banyak korban fatal bahkan mengenaskan meninggal sia sia di jalan raya. Berapa banyak sudah pengendara sepeda motor yang hancur badannya dilindas bus atau truk. Lima puluh persen lebih korban fatalitas kecelakaan yang melibatkan pengendara sepeda motor.

Banyak kalangan merasa terbantu adanya sistem ojek on line atau ojol dan pihak-pihak tertentu mengatasnamakan rakyat dan menginginkan sepeda motor dilegalkan sebagai angkutan umum. Banyak pakar kalangan akademisi pemerhati transportasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan berbagai pihak mengingatkan dan menolak sepeda motor sebagai angkutan umum.

Namun demi kepentingan bisnis, mereka menggunakan  kekuatan baik politik dan segala sumber daya yang dimiliki terus berupaya menjadikan sepeda motor menjadi angkutan umum. Bahkan ngotot dengan membuat kajian-kajian dan pengumpulan data untuk mendukung keinginan sepeda motor dilegalkan sebagai angkutan umum.

Konflik kepentingan bisnis yang dikemas demi memenuhi kebutuhan , telah merambah ke semua lini. Seolah olah jiwa manusia yang menjadi korban adalah sebagai resiko kemajuan jaman. Jangan-jangan mereka para pendukung sepeda motor sebagai angkutan umum lupa bahwa sumber daya manusia adalah aset utama bangsa.

Seperti ilustrasi sebuah ceritera dalam iklan layanan masyarakat yang dibuat di Australia tepatnya Victoria. Film tersebut menggambarkan dialog antara petugas road safety dengan warga masyarakat. Petugas bertanya kepada warga masyarakat  “ berapakah menurut Anda korban meninggal atau fatal pada kecelakaan lalu lintas dalam satu tahun?,”  Warga masyarakat itu menjawab 75 orang. Petugas mengatakan, mari kita panggil arwah mereka yang menjadi korban kecelakaan. Di saat itu tergambar istri, anak-anak dari warga tersebut diikuti orang-orang tercinta lainnya. Warga masyarakat tersebut lalu memeluk mereka dan menangis. Kemudian ia berkata “ yang ideal kapanpun juga adalah nol korban atau tidak ada korban sama sekali,”

Apa yang ditunjukkan pada film tersebut menggambarkan betapa berharganya manusia. Apa yang menjadi spirit road safety di australia adalah  toward zero.

Sejalan dengan pemikiran di atas menunjukkan betapa mereka berupaya semaksimal mungkin mewujudkan zero korban kecelakaan dan selalu meningkatkan kualitas keselamatan berlalu lintas. Ironisnya di negeri ini, mengapa upaya membangun road safety untuk menuju zero accident, justru ada kelompok-kelompok yang merasa memiliki kewenangan, kekuasaan dan modal ngotot menjadikan sepeda motor sebagai angkutan umum. Waraskah ?

Mengapa upaya membangun kelompok-kelompok yang punya kewenangan dan kekuasaan serta modal untuk membangun road safety menuju zero accident ngotot dengan sepeda motor sebagai angkutan umum, waraskah ? O Brigjen DR Chrisnanda Dwi Laksana/ Dirkamsel Korps Lalu Lintas Polri.


Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Senin, 10 September 2018
Sabtu, 08 September 2018
Rabu, 29 Agustus 2018
Senin, 06 Agustus 2018
Jumat, 20 Juli 2018
Senin, 16 Juli 2018
Kamis, 12 Juli 2018
Selasa, 10 Juli 2018
Minggu, 08 Juli 2018
Kamis, 05 Juli 2018
Minggu, 01 Juli 2018