Selasa, 22 Mei 2018

Ternyata, Sandal Jepit Buruk bagi Kesehatan

Ist.
Beritabatavia.com - Hampir semua orang akrab dengan sandal jepit. Sandal berbahan dasar karet, dengan ciri khas tali depan berbentuk huruf Y dan bentuknya yang datar, adalah jenis alas kaki yang nyaman digunakan untuk kegiatan sehari-hari sehingga  menjadi pilihan favorit banyak orang.

Tapi ternyata, penggunaan sandal jepit bisa berisiko untuk kesehatan kaki. Simak saja alasan berikut.

# Mengundang banyak kuman

Bentuk alas kaki yang terbuka seperti sandal jepit ini membuat kaki lebih banyak berinteraksi dengan udara dan juga dengan tanah sehingga bakteri dan kuman-kuman lain lebih mudah menempel pada kaki. Salah satunya yang berpotensi menginfeksi kaki adalah Staphylococcus aureus. Bakteri ini sebenarnya normal berada pada kulit. Namun, jika jumlahnya berlebih maka dapat menimbulkan infeksi pada kulit. Infeksi bakteri pada kulit yang terluka juga membuat luka bernanah, sulit sembuh, bahkan bisa menimbulkan masalah kesehatan yang lebih parah jika masuk ke dalam tubuh dalam jumlah yang banyak. Oleh sebab itu, sebaiknya segera bersihkan kaki setelah menggunakan sandal jepit, terutama saat di luar rumah.

#. Beresiko Ubah struktur jari kaki

Sebuah studi di Amerika Serikat menyatakan bahwa memakai sandal jepit secara rutin dan dalam jangka waktu lama dapat mengubah struktur jari kaki, terutama ibu jari. Bentuk pengait pada sandal jepit yang berbentuk Y ini membuat ibu jari dan jari-jari kaki mencengkeram saat berjalan. Ujung jari kaki menjadi tumpuan sehingga menyebabkan otot bekerja lebih keras. Apabila kondisi ini terjadi terus-menerus, maka dapat memicu pembengkokan pada ibu jari kaki.

#. Menyebabkan tumit cedera

Tidak hanya sepatu berhak tinggi yang berpotensi menyebabkan cedera pada tumit. Alas kaki bersol datar seperti sandal jepit pun memiliki risiko yang sama. Bantalan sandal karet yang tipis membuat seluruh permukaan bawah kaki menahan beban tubuh secara berulang ketika berjalan dan tumit sebagai bagian kaki yang menonjol akan mengalami tekanan berlebih. Akibatnya, tumit bisa mengalami plantar fasciitis, yaitu kondisi tumit yang kaku dan nyeri serta dapat diiringi peradangan pada jaringan bawah kaki.

#. Membuat kaki lecet

Sandal yang tidak memiliki struktur lengkungan sesuai dengan bentuk telapak kaki membuat telapak bergesekan dengan permukaan sandal sehingga risiko terjadinya lecet juga lebih besar. Tidak hanya itu, kaitan tali pada sandal jepit yang juga bergesekan dengan punggung kaki bisa menyebabkan lecet jika sandal digunakan untuk berjalan jauh.

#. Kurang aman untuk berjalan

Sandal yang nyaman ini ternyata belum tentu aman ketika digunakan untuk berjalan. Bentuknya yang tipis dan datar malah membuat kaki lebih mudah terlikir karena struktur ringkih tersebut tidak dapat menopang tubuh dengan sempurna. Bahan karet pada sandal jepit juga lebih mudah menjadi licin ketika dipakai dalam kondisi basah. Hal ini bisa membuat terpeleset jika tidak berhati-hati ketika berjalan. Belum lagi kondisi fisik sandal jepit yang terbuka, kurang mampu melindungi kaki dari benda tajam atau benda-benda lain yang ada di jalan, misalnya kaki terantuk batu. 0 NIZ



Berita Terpopuler