Selasa, 22 Mei 2018

Gelombang Panas, 65 Orang Tewas di Pakistan

Ist.
Beritabatavia.com - Gelombang panas telah menewaskan 65 orang di kota Karachi, Pakistan selatan, selama tiga hari terakhir, organisasi kesejahteraan sosial Pakistan mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Selasa (22/5/2018), di tengah kekhawatiran jumlah korban tewas bisa naik karena suhu tinggi terus berlangsung.

Gelombang panas bertepatan dengan pemadaman listrik dan bulan suci Ramadan, ketika sebagian besar Muslim tidak makan atau minum selama siang hari. Suhu mencapai 44 derajat Celcius (111 Fahrenheit) pada hari Senin (21/5/2018), media setempat melaporkan.

Faisal Edhi, petugas yang mengelola Yayasan Edhi yang mengoperasikan kamar mayat dan layanan ambulans di kota terbesar Pakistan mengatakan, kematian terjadi sebagian besar di daerah miskin Karachi. "Enam puluh lima orang telah tewas selama tiga hari terakhir," tutur Edhi, sebagaimana dikutip dari Reuters, Selasa (22/5/2018).

"Kami memiliki mayat di fasilitas penyimpanan dingin kami dan dokter lingkungan mereka mengatakan mereka meninggal karena serangan heat stroke," pungkasnya.

Seorang juru bicara pemerintah tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar. Pada 2015, kamar mayat Edhi kehabisan ruang penyimpanan setelah sekitar 650 mayat dibawa masuk ke ruangan tersebut dalam beberapa hari. Ambulans meninggalkan mayat membusuk di luar dalam panas terik.

Pemerintah provinsi telah meyakinkan penduduk bahwa tidak akan ada pengulangan tragedi 2015 lalu dan sedang pemprov juga sedang bekerja untuk memastikan mereka yang membutuhkan perawatan menerima perawatan dengan cepat.

Edhi mengatakan sebagian besar yang tewas dibawa ke kamar mayat adalah pekerja pabrik yang berasal dari daerah Landhi dan Korangi yang berpenghasilan rendah di Karachi.

"Mereka bekerja di sekitar pemanas dan boiler di pabrik-pabrik tekstil dan ada delapan hingga sembilan jam (pemadaman listrik terjadwal) di daerah-daerah ini," pungkasnya. 0 DAY