Jumat, 25 Mei 2018

Kapolri Desak Dunia Internasional Perangi Terorisme

Ist.
Beritabatavia.com -
Aksi terorisme yang terjadi di Surabaya dan sejumlah tempat ditangani secara cepat oleh Polri. Tercatat sebanyak 74 terduga teroris berhasil ditangkap oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror, sehingga gerak jejaring teroris merasa terdesak.

Langkah cepat yang dilakukan pemerintah dalam menangani aksi terorisme juga disampaikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian kepada dunia internasional dengan mengundang sejumlah duta besar negara sahabat ke kediamannya baru-baru ini.

Tito mengajak dunia internasional usecara bersama melawan aksi terorisme dengan metode dan instrumen hukum yang dimiliki masing-masing negara. Dia memandang terorisme merupakan fenomena internasional yang tidak hanya menyasar Indonesia, namun belahan dunia lainnya.

Dia menduga aksi teror yang terjadi di Indonesia mencuat karena perintah ISIS yang saat ini terdesak. "Rangkaian teror bom ini merupakan aksi yang diminta oleh ISIS yang saat ini terdesak, teror dilakukan serentak tak hanya Indonesia beberapa negara juga telah terjadi pengeboman," ungkap Tito, Jumat (25/5/2018).

Tito menjelaskan, motif di balik aksi teror bom ini diduga karena di tingkat internasional ISIS ditekan oleh kekuatan, baik dari Barat seperti Rusia dan negara lainnya. Sehingga, keadaan terpojok dan memerintahkan semua jaringan untuk melakukan serangan pada seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Di Indonesia, katanya, ada dua macam kelompok terkait dengan ISIS yang menjadi ancaman. Pertama, kelompok sel-sel Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT). Beberapa di antara mereka ada yang kembali berangkat ke Suriah atau tertangkap oleh otoritas Yordania dan Turki atau sekitar Suriah.

Menurut dia, ada sekitar 1.100 orang lebih yang pergi ke Suriah. Kemudian yang dideportasi ke Indonesia sebanyak 500 lebih. "Ini menjadi tantangan bersama karena mindset mereka adalah ideologi ISIS," tandasnya. 0 SIN




Berita Terpopuler
Selasa, 19 Juni 2018
Kamis, 21 Juni 2018