Jumat, 25 Mei 2018

Era Digital & Maraknya Sistem On Line

Ist.
Beritabatavia.com - Di era digital hampir semua kebutuhan publik dan pelayanan publik bisa di on line kan (menjadi terhubung) secara elektronik. Dari pasar, perpustakaan, pengajaran sampai berbagai pemesanan pun bisa secara on line.

Akhir-akhir ini yang mulai marak adalah angkutan umum on line. Di era digital yang menjadi landasan penyelenggaraan on line tersebut ada 3 hal yang sangat mendasar :
1.Adanya back office sebagai otaknya yang menampung semua data informasi menganalisanya dan menghasilkan produk. Termasuk menjdi pusat K3I ( komunikasi, komando pengendalian, koordinasi dan informasi). Pada back office inilah yang menjadi pusat data untuk cepat dianalisa dan menghasilkan produk dan mampu melaksanakan fungsi K3I.

2. Aplication yang merupakan suatu alat atau sistem-sistem sebagai inputing data maupun sebagai sarana K3I dari warga masyarakat atau petugas atau siapa saja ke back office. Aplikasi ini dapat di install ke dalam smart phone sebagai wadah apps dari aplikasi-aplikasi tersebut.  Bentu aplikasi ini merupakan kaki tangan bahkan bisa sampai dengan ke saraf-sarafnya  yang bentuk dan model serta fungsinya ribuan bahkan mungkin sampai dengan puluhan bahkan ratusan ribu. Tergantung kebutuhannya.

3. Net work atau jejaring yang menghubungkan data atau informasi dari aplikasi-aplikasi ke back office melalui internet, fiber optic, dan sebagainya untuk diolah atau dianalisa sehingga mampu menghasilkan suatu produk pelayanan yang prima.

Ke 3 point tersebut dalam sistem pelayanan publik di era digital akan bersaing untuk memberikan pelayanan yang prima. Standar pelayanan prima ini ada beberapa hal yang menjadi keunggulanya yaitu :
1. Kecepatanya
2. Ketepatanya
3. Keakurasianya
4. Transparansinya
5. Akuntabilitasnya
6. Informatif nya
7. Kemudahan diakses

Akhir-akhir ini marak dan bahkan menjadi polemik atas angkutan umum yang dimanage secara on line.
Benturan antara yang eksisting dengan yang on line yang berkaitan dengan:
1. Administrasi dan perijinan
2. Ketentuan dasar menyelenggarakan usaha angkutan umum
3. Ketentuan pengoperasionalan angkutan umum
4. Asuransi dan sebagainya.
 
Sedangkan angkutan umum on line boleh dibilang pengusaha aplikator cukup menyediakan back office aplication dan net work kebutuhan-kebutuhan lain diserahkan kepada para pengemudi atau pemilik kendaraan masing-masing.
Tatkala awal-awal  muncul semua memang happy senang bahkan membangga banggakan. Namun ketika mulai ada yang terusik sumberdayanya seperti kuota dan tarif saja akan menjadi pemicu konflik sosial.

Di dalam menyelenggarakan usaha angkutan umum baik eksisting maupun on line wajib mematuhi dan menjalankan amanat Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan yaitu :
1.Mendukung terwujud dan terpeliharanya keamanan keselamatan ketertiban dan kelancaran berlalu lintas (kamseltibcar lantas)
2. Meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan.
3. Membangun budaya tertib berlalu lintas
4. Memberikan pelayanan prima di bidang LLAJ

Dalam sistem angkutan umum on line petanggungjawaban atas  terwujudnya amanat undang-undang, semestinya menjadi landasan. On line ini sebenarnya cara memanage karena pengoperasionalanya sama. Orang yang akan berpindah tempat masih melewati rute dan jalur yang sama. Sistem pemesanannya yang on line . 

Tatkala kita memesan tiket pesawat secara on line apakah langsung bisa terbang sendiri ? Standar-standar operasionalnya masih sama.  Memang ketika di darat semua dapat datang di depan mata kita tanpa harus beranjak ke mana mana.
Namun dari A ke B ke C dan seterunya masih melewati jalur sama. Bisa saja di era ke depan perpindahannya bisa melalui time tunnel atau bahkan menjelajah ruang dan waktu di antar masa.

Oleh sebab itu pengaturan-pengaturan secara administrasi, pengoperasionalanya sampai dengan sistem pertanggungjawabannya ini sama seperti yang eksisting. Di samping itu, sistem data ini perlu dan wajib dibangun untuk memange pengemudi, kendaraan bermotor, penumpang hingga
perjalanannya bahkan sampai dengan siapa, dimana memesan apa harganya sampai dengan penerimanyapun jelas.

Data-data inipun juga dikendalikan atau di manage dalam back office yang mampu mewujudkan pelayanan-pelayanan yang prima. Dan juga mampu mendukunng amanat undang-undang lalu lintas dan angkutan jalan. Karena angkutan umum on line ini bisa menjadi kurir teroris, kurir bandar narkoba, pelaku kejahatan dan berbagai hal yang kontraproduktif dan memicu konflik sosial.

Tatkala angkutan umum yang disiapkan pemerintah belum memadai sepeda motor menjadi salah satu pilihan yang dianggap paling praktis ekonomis fleksible dan sebagainya.

Namun dari sisi keselamatannya ini paling rentan. Beberapa orang yang pro sepeda motor sebagai angkutan umum dengan lantang mengatakan kendaraan lainpun bisa celaka. Nampaknya memang seperti pahlawan, sayang ia lupa bahwa di dalam road safety yang ideal adalah zero accident. Karena satu nyawa bagi
Orang-orang tercintanya adalah masalah besar.

Dan jangan dilupakan bahwa sumber daya manusia adalah aset utama bangsa ini. Kondisi yang memaksakan sepeda motor sebagai angkutan umum ini jelas merusak atau merongrong atau setidaknya menjadikan program pemerintah di dalam membangun angkutan umum terhambat.

Yang pasti semakin mundur dan tidak lagi berjuang untuk keselamatan dan menumbuhkembangkan kemanusiaan. Jangan lagi mengatakan korban sebatas angka. Bagaimana kalau itu menimpa kita dan keluarga kita. Ini empati yang dilupakan.

Sistem kapitalis bisnis dan main adu kekuatan politispun sudah menjadikan angkutan umum ini sebagai ladang yang seolah olah tepat dan dijadikan pembenar sehingga semua carapun bisa dihalalkan untuk dominan dan mendominasi angkutan umum ini.

Yang menyedihkan lagi tatkala semua dihitung pada sisi bisnis semata sehingga menuntut berbagai privilege atau hak hak istimewa yang sebenarnya ini kemunduran atau penjajahan baru
di era digital yang mengabaikan keselamatan bahkan kemanusiaan dimana SDM adalah asset utama dari bangsa ini.

Program-program active transportation / transportasi sehat merakyat ( TSM) melalui angkutan umum, bersepeda dan jalan kaki inilah yang semestinya dibangun dan ditumbuhkembangkan.
Sejalan dengan pemikiran di atas maka beberapa hal yang  semestinya dibangun adalah :
1. Political will yang kuat untuk memanage angkutan umum
2.Dibangun infrastruktur termasuk sistem back office dan berbagai aplikasinya serta networknya
3.Dibangun tim transformasi yang merupakan representasi dari berbagai stake holder untuk back up system
4.Menyiapkan dan membangun big data
5.Membangun sistem pendukung IT for road safety
6.Membangun pendididikan untuk sekolah mengemudi ( safety driving/ riding centre)
7.Menerapkan traffic attitude record / catatan perilaku berlalu lintas dan demerit point system ( sistem de merit untk perpanjangan SIM maupun STNK )
8.Menerapkan ele / electronic law enforcement / e tilang
9.Membangun sistem kontrol yang melibatkan pemilik atau pengusaha atau corporate untuk ikut bertanggungjawab atas operasionalnya kendaran-kendaraannya sebagai angkutan umum
10.Membangun edukasi yang terus menerus kepada masyarakat untuk menumbuh kembangkan active transportation/ transportasi sehat merakyat. O Penulis, Dirkamsel Korps Lantas Polri Brigjen DR Chrisnanda Dwilaksana.



Berita Terpopuler