Minggu, 27 Mei 2018

Infrastruktur Pariwisata Pulau Sumba Parah

Ist.
Beritabatavia.com -
Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur ( NTT) terpilih menjadi satu di antara 33 pulau terindah di dunia versi Majalah Focus, Jerman. Sayangnya hingga saat ini, sejumlah lokasi pariwisata terkenal masih kesulitan akses infrastruktur mulai jalan, air hingga telekomunikasi.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT Marius Ardu Jelamu mengaku mengalaminya sendiri saat mengikuti kegiatan wisuda di Sumba Hospitality Foundation (Sekolah Pariwisata bertaraf internasional) dan juga saat menginap di Hotel Mario di pinggir Pantai Mananga Aba, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya, seperti dilansir laman Kompas, Ahad (27/08/2018).

Diharapkan destinasi pariwisata di seluruh NTT khususnya di Sumba, bukan hanya infrastruktur pariwisata seperti hotel dan restoran memadai, tapi juga yang paling utama adalah sarana komunikasi.

"Karena bagi wisatawan domestik dan internasional, kebutuhan terhadap teknologi komunikasi sangat penting sehingga kebutuhan akan akses internet seperti media sosial, Youtube, Facebook, Twiter dan Instagram menjadi prioritas utama," sambungnya.

Marius berharap, Kementerian Informasi dan Komunikasi mengintervensi kebutuhan di destinasi pariwisata di NTT khususnya di Sumba karena Sumba menjadi brand internasional setelah Hotel Nihiwatu Sumba dinobatkan sebagai hotel terbaik di dunia.

"Sumba terpilih sebagai "the most beatiful island in the world" oleh Majalah Focus, Jerman. Wisatawan internasional pun selalu mencari dan terus mencari di mana letak pulau Sumba, sehingga itu membutuhkan alat komunikasi yang representatif," jelasnya.

Dicontohkan, saat menginap di Hotel Mario di Pantai Kita Mananga Aba, sangat sulit untuk berkomunikasi, apalagi mengakses unternet. Padahal kata dia, setiap hari, pantai itu sangat ramai dikunjungi oleh ratusan wisatawan domestik dan internasional.  "Kita berharap Kementerian Informasi dan Komunikasi segera mengadakan BTS di wilayah obyek wisata di Sumba Barat Daya ini," katanya.

Pemilik Hotel Mario Aloysius Purwa mengaku kendala utama di hotel maupun pantai yakni tidak adanya jaringan komunikasi seluler.  Untuk mengatasi masalah itu, pada tahun 2016 lalu, dirinya terpaksa memasang sebuah tower setinggi 40 meter dan tiga buah penguat signal di hotel, namun tetap tidak berfungsi alias mubasir. "Jadi, kalau ada alatnya tinggal dipasang saja dan itu gratis," ucapnya.

Wakil Bupati Sumba Barat Daya Ndara Tanggu Kaha mengatakan, pihaknya sudah mendatangi Kementerian Informasi dan Komunikasi untuk melakukan pembicaraan terkait jaringan seluler dan internet.

"Kami sangat butuhkan koneksi internet dan kami sudah datangi Kementerian Infokom dan mereka berjanji mulai bulan Juni sampai September 2018, mereka akan melakukan survey dan dilanjutkan dengan pemasangan BTS," kata Kaha. 0 NIZ