Rabu, 30 Mei 2018

Soal Mako Brimob, DPR Minta Tanggungjawab Kapolri

Ist.
Beritabatavia.com - Anggota Komisi 3 DPR RI  dari Fraksi PDI-P, Arteria Dahlan, menilai, kerusuhan di Mako Brimob dan peristiwa teror bom di Surabaya serta penyerangan Mapolda Riau di Pekanbaru, adalah bukti bahwa kinerja dan kemampuan Polri harus ditingkatkan.

“Sangat disayangkan, peristiwa seperti itu bisa terjadi saat Polri dipimpin oleh seorang jenderal yang ahli dibidang terorisme,” kata Arteria Dahlan,disela-sela acara diskusi dan buka bersama di markas Indemo Jl Lautze, Pasarbaru, Jakarta Pusat , Rabu (30/5).

Namun, kata Arteria, dengan alasan suasana kebatinan yang sulit diungkapkan karena lima anggota Polri jadi korban dengan cara mengenaskan. Sehingga Komisi 3 DPR RI menunggu waktu yang tepat untuk meminta penjelasan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

“Dalam waktu dekat, kita akan panggil Kapolri meminta penjelasan dan tanggungjawabnya atas peristiwa tersebut,” ujar Arteria Dahlan.

Menurutnya, peristiwa tersebut telah menimbulkan dampak yang luas. Oleh karena itu, kinerja Polri harus dievaluasi  secara konfrehensif khususnya terkait kasus kerusuhan Mako Brimob dan aksi teror di Surabaya serta penyerangan Mapolda Riau, Pekanbaru.

Arteria Dahlan mengakui, peristiwa tersebut berimplikasi pada pelibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam pemberantasan tindak pidana teroris seperti yang tertuang dalam revisi UU tentang pemberantasan tindak pidana terorisme.

Dikatakan, melibatkan TNI , bukan hanya mundur jauh ke belakang, tetapi penghianatan terhadap reformasi yang dipicu karena kinerja Polri yang buruk.

“ Sungguh sangat disayangkan, kita mundur jauh ke belakang,” pungkasnya. O son