Sabtu, 02 Juni 2018

Ancaman Bom Landa Kereta Api Rangkasbitung – Merak

Ist.
Beritabatavia.com - Stasiun Cilegon mendadak mendapatkan pengamanan ketat dari Tim Gegana Polda Banten. Ternyata  ada aksi teror bom, Jumat (1/6/2018) malam. Tim Gegana tampak melakukan penyisiran di lokasi stasiun dan Gerbong Kereta tujuan Merak-Rangkasbitung.

Diperoleh keterangan, ancaman bom ini diketahui sekitar pukul 16.00 WIB. Menurut informasi yang didapat teror dilayangkan melalui SMS kepada petugas kereta. Mendapati informasi tersebut petugas kereta melaporkan aksi teror tersebut ke petugas Polres Cilegon. Kemudian Polres Cilegon langsung berkoordinasi dengan Tim Gegana Polda Banten.

Kereta api dengan nomor perjalanan KA 469 yang melaju dari arah Merak menuju Rangkasbitung, langsung diberhentikan sementara di Stasiun Cilegon. Tim Gegana pun melakukan sterilisasi di setiap sudut gerbong maupun Stasiun Kereta Api Cilegon. Semua penumpang kereta kemudian diturunkan sementara demi keamanan.

Sekitar 30 menit melakukan penyisiran dan dinyatakan aman, penumpang kembali naik ke dalam Gerbong Kereta dan kemudian diberangkatkan menuju tujuan akhir stasiun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

Komandan Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Banten, AKBP Indra Yanitra Irawan mengatakan, setelah melakukan penyisiran disetiap sudut stasiun dan gerbong kereta, pihaknya tidak menemukan benda yang mencurigakan menyerupai bom. “Sebenarnya nggak ada apa-apa, biasa saja nggak terlalu wah atau gimana itu mungkin ada yang orang iseng-iseng saja,” ungkapnya, Sabtu (02/06/2018).

Hingga kini belum diketahui pasti apa motif ancaman bom yang dikirim melalui SMS oleh orang tidak bertanggungjawab kepada kondektur kereta api tersebut. Adapun kasus ini tengah ditangani Polres Cilegon.

Kapolres Cielgon AKBP Rizki Agung Prakoso mengakui KA Jurusan Merak-Rangkasbitung dan Rangkasbitung-Merak, pada Jumat (1/6), menerima ancaman teror bom. Ia menegaskan, ancaman tersebut diterima petugas kereta melalui pesan singkat orang tak dikenal.  Petugas kereta api segera berhenti di Stasiun Cilegon saat menerima ancaman teror bom tersebut.

"Identitas pelaku telah diketahui dan kini sedang dalam pengejaran petugas. Semoga tidak ada apa-apa dalam pelacakan." tukasnya. 0 KAY