Jumat, 08 Juni 2018

Mudik, Diprediksi 1,4 Juta Mobil Keluar Jakarta

Ist.
Beritabatavia.com - PT Jasa Marga Tbk selaku pengelola jalan tol memprediksi bahwa jumlah pemduik tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya. DIperkirakan, pada mudik tahun 2018 ini akan ada 1,4 juta kendaraan yang akan keluar Jakarta melewati gerbang utama seperti Cikarang, Cikupa, Ciawi dan juga Bitung itu totalnya kira-kira 1,4 juta kendaraan. Maka ada peningkatan sebesar 3,61% dibanding tahun lalu.

“Sekitar 50% lebih itu melewati pintu tol Cikarang Utama. Dan 50% ke arah Bantura dan sisanya ke arah Bandung. Sedangkan arus baliknya relatif hampir sama, kita perkirakan sektar 1,5 juta kendaraan. Perkiraan kami di hari Sabtu besok (8/6) terjadi puncak mudik. Jumat  (8/6) selesai jam kantor mudik sudah mulai jalan,” jelas Vice President Operation Manajemen Jasamarga, Cahya AB melalui siaran pers, Jumat (8/6/2018).

Sedangkan yang akan melalui Jalan Tol Jagorawi sekitar 18 persen dan menuju arah Barat melalui Jalan Tol Jakarta-Tangerang sekitar 28 persen. "Intinya, sekarang kami sudah siap mengulang kelancaran pelaksanaan arus mudik dan balik lebaran tahun 2017 lalu, terutama dari sisi operasional," terangnya.

Untuk kesiapan ruang tol terjauh, Jakarta-Solo sudah siap. Ia  melanjutkan tanggal 12,13,14 Juni akan terjadi pengaturan kendaraan berat.  Arus balik, akan ada dua hari puncak arus balik. "Puncak pertama tanggal 20 Juni, karena tanggal 21 sudah masuk kerja.Puncak kedua, tanggal 24 Juni," paparnya.

Sisi pelayanan, perusahaan BUMN ini menyediakan 68 rest area atau tempat istirahat dan pelayanan (TIP), tempat istirahat (TI), parking bay (PB), dan tempat istirahat sementara (TIS). PT Jasa Marga (Persero) Tbk memastikan kesiapan rest area melayani pada arus mudik dan balik tahun ini. PT Jasa Marga (Persero) Tbk memastikan kesiapan rest area melayani pada arus mudik dan balik tahun ini.

Rest area tersebut berada di jalan tol yang sudah beroperasi dan fungsional di sepanjang jalur dari Jakarta hingga Surabaya. Sejumlah fasilitas pun ditambah di rest area tersebut, misalnya toilet, khususnya toilet wanita, yaitu 77 unit. Untuk di rest area yang berada di jalan tol fungsional, Jasa Marga menempatkan 316 unit toilet portabel. Di samping itu, Jasa Marga juga membuat sistem zoning atau manajemen lalu lintas di dalam rest area agar arus kendaraan bisa terdistribusi dengan baik.

Nantinya akan dibuat jalur khusus untuk kendaraan sesuai keperluannya, misalnya yang akan mengisi bahan bakar minyak (BBM), ke toilet, atau ke tempat makan. Ruang komersial di area parkir pun ditiadakan sehingga kapasitas parkir bisa lebih banyak.

Dari segi keamanan dan ketertiban, Jasa Marga juga menambah CCTV yang tersambung dengan JM Care agar lalu lintas kendaraan di dalam rest area bisa dipantau. Jika terjadi kepadatan di satu rest area akan dialihkan ke rest area berikutnya dan diumumkan kepada pengguna jalan tol melalui variable message sign (VMS).

Juga disedikan  stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan tercukupinya kebutuhan BBM bagi para pemudik, Jasa Marga juga telah memastikan kesiapannya. Hal ini dilakukan dengan menambah kios BBM atau SPBU portabel yang bekerja sama dengan Pertamina untuk mengantisipasi kepadatan antrean di SPBU. 0 KAY