Sabtu, 09 Juni 2018

Pengelola Situs Porno & Trafficking Diringkus

Ist.
Beritabatavia.com - Dua pria mengelola human trafficking atau perdagangan manusia melalui situs daring diringkus. Situs ini, juga melakukan tindak pidana dugaan pornografi. Kedua tersangka NMH (34) dan EDL (29) ditangkap pada waktu dan lokasi yang berbeda. NMH ditangkap Jumat (25/5) di Perumahan Manggar Permai, Jember, Jawa Timur. Dan, EDL ditangkap di Hotel Jhones Pardede, Jakarta Pusat, Rabu (30/5)

"Tersangka NMH dan EDL melakukan tindak pidana pornografi dan perdagangan orang secara online," papar Kasubdit I Dittipidsiber Mabes Polri Kombes Pol Dani Kustoni dalam keterangannya, Sabtu (09/06/2018).

Dilanjutkan, NMH berperan untuk membuat dan menyediakan situs pornografi dan jasa eksploitasi. Website itu diketahui bernama www.lendir.org. NMH menampilkan seperti gambar porno, video porno serta cerita yang bermuatan konten pornografi. Untuk jasa eksploitasi, NMH pun memperjualbelikan perempuan dan anak di bawah umur.

Situs yang merupakan forum itu pun sudah beroperasi sejak tahun 2012 dan memiliki member sebanyak 150 ribu. "Merupakan forum pornografi dengan jumlah member mencapai 150.000 orang yang sudah beroperasi sejak tahun 2012. NMH mempunya kemampuan IT yang cukup tinggi," tuturnya.

Sementara EDL berperan untuk merekrut perempuan yang akan dijadikan korban. Mereka direkrut dengan harga Rp800 ribu hingga Rp1 juta. EDL juga menyebarluaskan konten pornografi dan perdagangan orang itu dengan mengunggaj konten berisi penawaran jasa PSK di website tersebut dengan judul putih abu-abu new comers. "Tujuannya menawarkan PSK muda usia sekolah atau SMA serta menawarkan seragam SMA," tuturnya.

Menuutnya, keuntungan dari 146 tamu atas pengguna jasa korban yang diterima sejak Maret hingga Mei 2018 mencapai Rp116,8 juta. Keuntungan lainnya juga didapatkan dari pemasangan iklan. Pada bagian header mendapatkan keuntungan sebesar Rp6 juta selama tiga bulan. Bagian floating atas dihargai Rp15 juta sampai Rp20 juta swlama tiga bulan. Dan pada bagian floating bawah dihargai Rp15 juta selama tiga bulan.

NMH dijerat dengan Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 dan Pasal 10 Undang Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan/atau Pasai 2 Undang Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan atau Pasal 29 Juncto Pasal 4 ayat (1) dan atau Pasal 30 Juncto Pasal 4 ayat (2) Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan atau Pasal 45 ayat (1) Juncto Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang lnformasi dan Transaksi Elektronik.

Sedangkan EDL dijerat Pasal 2 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang danIatau Pasal 29 Juncto Pasal 4 ayat (1 ) dan atau Pasal 30 Juncto Pasal 4 ayat (2) UU Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan/atau Pasai 45 ayat ( 1) Jo Pasai 27 ayat ( 1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang lnformasi dan Transaksi Elektronik. 0 ERZ