Sabtu, 09 Juni 2018

Mudik & Kamseltibcarlantas

Ist.
Beritabatavia.com - Permasalahan keamanan,keselamatan,ketertiban,kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) bukan lagi hanya pada saat musim mudik atau jelang hari raya Idul Fitri saja. Tetapi kemacetan,kesemrautan dan beragam permasalahan lalu lintas lainnya sudah menjadi menu sehari-sehari, bagi masyarakat di kota-kota besar khususnya Ibukota Jakarta dan sekitarnya.

Kamseltibcarlantas menjadi permasalahan yang tak kunjung dapat diselesaikan. Sinergi yang dibangun sejumlah instansi dan lembaga untuk mewujudkan Kamseltibcarlantas, belum memberikan efek yang signifikan. Ada kesan upaya mewujudkan Kamseltibcarlantas terbentur dengan kekuatan kelompok atau golongan tertentu yang tidak terjamah baik oleh regulasi maupun kebijakan.

Padahal penyebab permasalahan lalu lintas seperti kemacetan ada didepan mata dan tampak jelas. Tidak seperti tindak pidana korupsi atau pembunuhan yang harus membutuhkan waktu untuk mengetahui penyebabnya. Maka, apabila kemacetan terus terjadi, dapat dipastikan karena penyebabnya belum disentuh.

Dengan pemahaman sederhana, pemicu utama kemacetan adalah disebabkan jumlah populasi kendaraan sangat tidak sebanding dengan ruas dan panjang jalan yang ada. Kemudian ditambah kesadaran tertib berlalu lintas masyarakat masih rendah serta penegakan hukum belum maksimal.

Faktanya, belum ada upaya untuk mengontrol pertumbuhan jumlah kendaraan yang terus dan terus meningkat. Sebaliknya, ditengah menjamurnya pruduksi otomotif, justru pemerintah dipaksa dan tergopoh-gopoh bahkan massif membangun proyek infrastruktur khususnya jalan tol. Sementara upaya pengadaan transportasi angkutan umum yang terintegrasi dan terjangkau secara ekonomi, masih bergulat dengan kepentingan.

Belum adanya upaya melakukan kontrol terhadap pertumbuhan kendaraan hingga jumlahnya ideal dengan ruas dan panjang jalan yang ada, adalah kendala sesungguhnya. Sehingga menuai kesan bahwa pembangunan jalan tol berbayar itu menyembunyikan dua kepentingan dan keinginan serta tujuan yang sama.

Sejatinya,pembangunan infrastruktur hendaknya dilakukan sesuai dengan kebutuhan, bukan karena keinginan apalagi ada nuansa pencitraan. Sebab pembangunan yang berdasarkan kebutuhan akan memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan justru menjadi beban yang merugikan. Pembangunan infrastruktur jalan hendaknya menjadi solusi efektif dalam upaya mewujudkan Kamseltibcarlantas.

Berfikir dan berupaya secara mendasar dan konfrehensif, selain mencerdaskan dan memberantas kedunguan serta membongkar sesuatu yang disembunyikan, juga akan mendapatkan perubahan yang radikal dalam mewujudkan Kamseltibcarlantas. O Edison Siahaan / Indonesia Traffic Watch (ITW)

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Minggu, 03 Juni 2018
Rabu, 23 Mei 2018
Kamis, 17 Mei 2018
Rabu, 16 Mei 2018
Senin, 14 Mei 2018
Jumat, 27 April 2018